Daerah  

Warga Blega Minta Pemkab Datang: Pria Terlantar 5 Hari Di Pusat Keramaian Pasar  

NEWSCAKRAWALA.ID  — Di tengah padatnya aktivitas jual beli, seorang pria asing justru bertahan hidup di trotoar Pasar Blega selama lima hari. Ia tidur, makan, dan beraktivitas di ruang publik, tanpa satu pun instansi yang datang untuk menjemputnya.

Pria itu mulai terlihat sejak Sabtu, 10 Oktober 2026, dan masih bertahan di lokasi yang sama hingga Rabu, 14 Oktober 2026. Titik keberadaannya berada tepat di depan Apotek Wahyu, tidak jauh dari loket pemberangkatan bus Lorena-Karina, jalur utama yang setiap hari dilalui ratusan orang.

Dari hasil penuturan warga, pria tersebut tidak mengenakan atasan, sering berbicara sendiri, dan berulang kali menuturkan ingin ke Jakarta. Tubuhnya tinggi, kulitnya sawo matang, dan rambutnya ikal. Tidak ada identitas yang melekat padanya. Tidak ada keluarga yang menjemput. Tidak ada keterangan yang menjelaskan dari mana ia berasal, Kamis 22/10/2026.

Selama lima hari itu, ia menjadi sosok yang akrab bagi pedagang, tetapi asing bagi sistem penanganan sosial. Warga yang setiap hari membuka lapak mengaku mulai resah. Bukan karena terganggu, tetapi karena tidak tega melihat seseorang dibiarkan hidup di pinggir jalan tanpa kepastian.

Pedagang Pasar Blega menilai, situasi ini tidak lagi sekadar persoalan ketertiban. Ini adalah persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kehadiran negara.

“Kami tidak minta dia diusir. Kami minta dia ditolong. Dinsos dan Satpol PP harus turun, diperiksa, dan dibawa ke tempat yang layak,” tutur seorang warga.

Warga menekankan, penanganan tidak boleh menunggu pria tersebut sakit, hilang, atau menjadi viral. Lima hari adalah waktu yang terlalu lama untuk sekadar mendata tanpa bertindak.

Karena itu, warga Blega secara terbuka meminta Dinas Sosial dan Satpol PP Kabupaten Bangkalan untuk segera melakukan penjangkauan, pemeriksaan kesehatan, dan penampungan sementara. Warga juga meminta masyarakat luas yang mengenali pria itu agar segera melapor ke Polsek Blega atau perangkat desa terdekat, agar ia bisa kembali dipertemukan dengan keluarganya.

 

 

 

REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *