PMI Pasbar Hidupkan Kembali SIBAT di Rantau Panjang, Tanam Kelapa Genjah Perkuat Mitigasi Banjir

NEWSCAKRAWALA.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman Barat kembali mengaktifkan Program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di Jorong Rantau Panjang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Jumat (09/10/2026).

Kegiatan yang dipusatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan warga terhadap ancaman banjir itu ditandai dengan peluncuran kembali SIBAT dan penanaman pohon kelapa genjah sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi sekaligus mitigasi lingkungan.

Program tersebut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasbar Natran Hanri yang mewakili Bupati, perwakilan PMI Pasbar Sukarman, Dewan Kehormatan PMI yang juga Anggota DPRD Pasbar Adriwilza, serta unsur Forkopimca, wali nagari, dan masyarakat setempat.

Dalam sambutan Bupati Pasaman Barat yang dibacakan Natran Hanri, ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak akan berjalan maksimal jika hanya bertumpu pada pembentukan kelompok formalitas.

“Keberhasilan program siaga bencana tidak cukup hanya dengan membentuk kelompok, tetapi harus didukung dengan kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan aktif masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai kesadaran tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari membangun komunikasi yang baik, mengidentifikasi persoalan lingkungan, hingga mencari solusi secara gotong royong.

“Sinergi antara kelompok SIBAT, pemerintah nagari, dan masyarakat harus kuat. Penanggulangan bencana tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus sesuai peran masing-masing,” tegas Natran.

Sementara itu, perwakilan PMI Pasbar Sukarman menjelaskan bahwa SIBAT bukanlah program baru bagi warga Rantau Panjang. Program serupa pernah dijalankan PMI pada periode 2011-2014 dan kini dihidupkan kembali untuk memperkuat kapasitas warga.

Ia berharap kelompok SIBAT kali ini bisa berkelanjutan dan aktif, tidak hanya terbentuk saat kegiatan seremonial.

“Masyarakat harus punya pengetahuan untuk mengenali risiko, mempersiapkan diri, dan melakukan tindakan awal saat bencana terjadi. Dengan begitu, warga bisa merespons secara terkoordinasi dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dari luar,” kata Sukarman.

Di sisi lain, Anggota DPRD Pasbar yang juga Dewan Kehormatan PMI Pasbar, Adriwilza, menyoroti tingginya kekhawatiran warga Rantau Panjang terhadap banjir, terutama saat musim hujan.

Menurutnya, kondisi lingkungan yang terlihat aman sehari-hari tidak boleh membuat warga lengah terhadap potensi bencana.

“Program SIBAT ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman risiko, mendorong kepedulian lingkungan, dan memperkuat semangat gotong royong. Saya juga mengapresiasi penanaman kelapa genjah yang nantinya bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Adriwilza.

 

 

 

PENULIS : JENI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *