NEWSCAKRAWALA.ID – Aksi pengeroyokan brutal yang membuat korban bersimbah darah di wilayah Losari akhirnya terungkap. Tim Tekab 852 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon bersama Unit Reskrim Polsek Losari bergerak cepat membekuk tiga pelaku pembacokan sadis terhadap seorang pemuda.
Tiga terduga pelaku yang berhasil diringkus yakni MTM (23), A (23), dan Z (18). Ketiganya dibekuk di lokasi persembunyian yang berbeda di wilayah Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Kamis (1/10/2026).
Pengungkapan kasus kejahatan jalanan ini dipimpin langsung Katim Tekab 852 Satreskrim Polresta Cirebon, Ipda Roni Cainudin, S.H., berkolaborasi dengan Kanit Reskrim Polsek Losari, Iptu Toto Casriyanto, S.H.
Kronologi Pembacokan di Jalan Sepi Losari
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, S.H menjelaskan, peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Senin (28/9/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Lokasinya di jalan sepi menuju Desa Astanalanggar – Barisan, tepatnya masuk wilayah Desa Barisan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.
Korban berinisial RAF (21) menjadi sasaran amukan para pelaku. Tanpa ampun, korban dikeroyok dan dibacok bertubi-tubi menggunakan senjata tajam jenis celurit.
“Setelah menerima laporan dari korban dan keluarga, anggota kami langsung melakukan serangkaian penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan keterangan saksi, rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta data pendukung lainnya. Dari hasil penyelidikan tersebut, identitas para pelaku berhasil kami kantongi,” ujar Kombes Pol. Imara Utama.
Peran Masing-Masing Pelaku, Bacok Pinggang, Kaki dan Punggung
Dari hasil pemeriksaan intensif, terungkap peran masing-masing pelaku yang begitu sadis.
Pelaku MTM diduga menjadi eksekutor pertama yang membacok korban sebanyak dua kali di bagian pinggang menggunakan celurit panjang berwarna biru.
Pelaku A kemudian menyusul membacok korban sebanyak dua kali di bagian kaki menggunakan celurit berwarna merah.
Sementara pelaku Z yang paling muda, berusia 18 tahun, membacok korban sebanyak dua kali di bagian punggung menggunakan celurit pendek berwarna cokelat.
Akibat serangan brutal tersebut, korban RAF mengalami luka bacok serius dan lebam di sejumlah bagian tubuh, mulai dari punggung, tangan, hingga pantat. Korban yang bersimbah darah kemudian dilarikan dan mendapat perawatan intensif di RSUD Waled.
5 Senjata Tajam dan 2 Motor Diamankan
Dalam operasi penangkapan tersebut, polisi tidak hanya mengamankan para pelaku, tetapi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana.
Barang bukti yang disita meliputi dua unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi, tiga bilah celurit dengan warna berbeda (biru, merah, cokelat), serta dua bilah parang.
“Komitmen kami jelas, Polresta Cirebon tidak akan memberi ruang bagi aksi kekerasan, premanisme, dan tawuran yang meresahkan masyarakat, baik yang dilakukan kelompok maupun kalangan pelajar dan pemuda,” tegas Kombes Imara Utama.
Ia menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Pihaknya juga memberikan jaminan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon.
Saat ini, ketiga terduga pelaku bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Losari Polresta Cirebon untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.
Atas perbuatan sadisnya, para pelaku dijerat dengan Pasal 262 jo Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana tentang pengeroyokan yang mengakibatkan luka berat.
Polresta Cirebon juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak terlibat dalam aksi kekerasan maupun tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Jika mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas, masyarakat diminta segera melapor melalui layanan Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.
REPORTER : RIYAN












