‎Polindes Balai Desa Rojopolo Jadi Lokasi Penangkapan Sabu, Kades Dianggap Lalai ‎ 

Keterangan Foto : Lokasi penangkapan dengan Balai Desa Rojopolo berdekatan

NEWSCAKRAWALA.ID — Suasana di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, sempat ricuh dan dipenuhi warga pada Kamis 14 Agustus 2026 kemarin.

‎Pasalnya, Pos Pelayanan Terpadu Desa (Polindes) yang berada di lingkungan balai desa justru menjadi lokasi penangkapan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

‎Pos tersebut, bertempatan dengan lokasi bangunan KDMP dan mirisnya, tepat diseberang jalan dari Balai Desa Rojopolo.

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, satu orang warga berinisial EP dan ME diamankan petugas kepolisian di lokasi tersebut karena diduga sedang menggunakan sabu.

‎”Awalnya ramai sekali, saya kira ada peristiwa apa. Setelah diketahui, ternyata polisi menangkap orang yang sedang menyabu,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan kekhawatirannya atas kejadian tersebut.

‎”Ada yang dibawa masuk mobil polisi dan juga sepeda motornya juga diangkut,” imbuhnya.

‎Kejadian itu memicu pertanyaan tajam di kalangan masyarakat, aktivitas ilegal berlangsung di bawah atap Polindes, tempat yang seharusnya bersih, aman, dan menjadi pusat pelayanan kesehatan warga.

‎Keberadaan kegiatan terlarang di lokasi fasilitas umum milik desa ini dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan dan keteledoran pengelolaan lingkungan balai desa.

‎Kepala Desa Rojopolo, Sukiyanti, pun dianggap lalai dalam menjaga ketertiban, pengawasan, dan keamanan di lingkungan balai desa serta Polindes yang berada di bawah tanggung jawabnya. Terlebih, penangkapan terjadi di siang hari.

‎Masyarakat mempertanyakan keberadaan pengawasan rutin yang seharusnya berjalan guna menjaga lokasi milik desa tetap bersih dari pengaruh perbuatan tercela.

‎Kasat Resnarkoba Polres Lumajang Iptu Dwi mengiakan akan adanya peristiwa tersebut. Mendetail, perwira polisi berpangkat dua balok kuning emas itu membuka ruang pada media agar ke bagian Humas.

‎Warga berharap kasus ini segera ditindaklanjuti, dan pengelolaan keamanan serta pengawasan di lingkungan balai desa segera diperketat agar tidak terulang kembali.

‎Terpisah, Kepala Desa Rojopolo Sukiyanti dikonfirmasi nampak tak merespon. Didatangi ke kantor desanya pun nampak sepi.

 

 

Penulis : HR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *