Perkuat Layanan Warga Binaan, Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Dinkes Gelar Penyuluhan Keamanan Pangan

NEWSCAKRAWALA.ID — Pelayanan di dalam lapas tidak hanya soal keamanan dan pembinaan. Lebih dari itu, makanan yang sehat, aman, dan layak konsumsi menjadi kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi bagi warga binaan.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan menggelar Sosialisasi dan Penyuluhan Keamanan Pangan, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Sahardjo mulai pukul 08.30 WIB itu diikuti jajaran pegawai dari berbagai bidang, mulai dari Binadik, Tata Usaha, Keamanan dan Ketertiban, hingga Kesatuan Pengamanan Lapas.

 

Bedah Cemaran Pangan, dari Fisik hingga Alergen

Penyuluhan menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Tutik Endrawati, http://S.KM., staf Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dan Enny Nurhayati, S.KM., petugas sanitasi Puskesmas Teja.

Pada sesi pertama, Tutik mengajak peserta membedah berbagai jenis cemaran pangan yang sering luput dari perhatian. Mulai dari cemaran fisik, biologis, kimia, hingga alergen yang bisa memicu gangguan kesehatan serius jika tidak ditangani dengan benar.

Ia juga menekankan lima kunci keamanan pangan yang wajib menjadi pedoman dalam pengelolaan makanan di dapur lapas:

1. Menjaga suhu pangan tetap aman

2. Menggunakan air dan bahan baku yang layak

3. Menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan

4. Memasak dengan benar dan matang sempurna

5. Memberikan informasi atau label pada pangan

“Lima kunci ini sederhana, tapi kalau diabaikan, dampaknya bisa fatal. Satu kesalahan kecil dalam pengolahan bisa berakibat pada banyak orang,” ujar Tutik di hadapan peserta.

 

Higiene Petugas Jadi Sorotan Utama

Materi kemudian dilanjutkan Enny Nurhayati yang menitikberatkan pada higiene perorangan. Menurutnya, tubuh manusia justru menjadi salah satu sumber cemaran terbesar dalam proses penanganan makanan.

Peserta dibekali pemahaman soal sumber kontaminasi dari tubuh, cara pencegahan, hingga kebiasaan wajib yang harus diterapkan selama pengolahan dan penyajian makanan.

Mulai dari mencuci tangan dengan benar, menggunakan sarung tangan dan penutup kepala, hingga tidak mengolah makanan saat dalam kondisi sakit.

 

Kasi Binadik: Makanan Warga Binaan Bukan Sekadar Kuantitas

Kasi Binadik Lapas Narkotika Pamekasan, Panticius Marianto, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan standar pelayanan dapur lapas.

“Pemenuhan makanan bagi warga binaan harus menjadi perhatian serius. Bukan hanya soal kuantitas atau kenyang saja, tapi juga kualitas dan keamanannya. Kami ingin seluruh pegawai memahami standar keamanan pangan agar pelayanan berjalan sesuai prinsip kesehatan,” tegas Panticius.

Senada dengan itu, Tutik menambahkan bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas dapur.

“Setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian, harus memperhatikan kebersihan dan pencegahan cemaran. Kalau konsisten diterapkan, risiko penyakit akibat pangan bisa ditekan seminimal mungkin,” jelas Tutik.

 

Sinergi Berkelanjutan untuk Lapas yang Sehat

Melalui sinergi ini, Lapas Narkotika Pamekasan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan berharap ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang aula.

Pengetahuan tersebut ditargetkan langsung diimplementasikan dalam tugas sehari-hari, sehingga dapur lapas semakin higienis dan pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan semakin berkualitas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan humanis.

 

PENULIS : NY/ARIL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *