NEWSCAKRAWALA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menggelar asesmen risiko dan kebutuhan pembinaan terhadap 24 Warga Binaan yang menghuni Blok Maksimum Security, Selasa (06/10/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memetakan tingkat risiko serta menentukan program pembinaan yang paling tepat dan sesuai dengan karakteristik masing-masing Warga Binaan.
Pelaksanaan asesmen dilakukan secara terstruktur dan objektif oleh Tim Assessor Lapas. Petugas menggali berbagai informasi mendalam terkait kondisi, latar belakang, dan kebutuhan pembinaan setiap Warga Binaan guna memperoleh gambaran utuh mengenai tingkat risiko.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIA Kuningan, Kusrin Yusyuf, menegaskan bahwa asesmen risiko merupakan tahapan krusial dalam sistem pemasyarakatan.
“Setiap Warga Binaan memiliki kondisi, karakteristik, dan kebutuhan pembinaan yang berbeda-beda. Hasil asesmen risiko ini menjadi dasar paling penting bagi kami untuk menentukan bentuk dan program pembinaan yang tepat sasaran,” ujar Kusrin.
Senada dengan itu, Assessor Lapas Kelas IIA Kuningan, M. Fahdanu Latif, menjelaskan bahwa proses asesmen tidak hanya berfokus pada penentuan tingkat risiko, tetapi juga pada intervensi pembinaan lanjutan.
“Dalam proses asesmen, kami berupaya menggali informasi secara objektif dan menyeluruh. Hasilnya tidak berhenti pada angka risiko saja, melainkan menjadi dasar untuk memberikan intervensi dan pembinaan yang tepat, serta harus ditindaklanjuti secara berkelanjutan,” jelas Fahdanu.
Ia menambahkan, pemetaan yang terukur akan sangat membantu petugas dalam mengevaluasi program pembinaan secara berkesinambungan.
Seluruh rangkaian asesmen terhadap 24 Warga Binaan tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Hasil asesmen selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam pelaksanaan pembinaan dan penanganan Warga Binaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Lapas Kelas IIA Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemetaan risiko dan kebutuhan pembinaan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, terukur, dan berorientasi pada perubahan perilaku Warga Binaan.
REPORTER : RIYAN












