NEWSCAKRAWALA.ID – Ancaman narkotika kian mengintai masa depan generasi muda Pasaman Barat. Melihat bahaya laten itu, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Indonesia Anti Narkoba DPD GIAN Pasaman Barat tancap gas.
Gerakan pencegahan dan pemutusan rantai peredaran barang haram diperkuat melalui pembekalan menyeluruh bagi seluruh jajaran pengurus.
Kegiatan pembekalan dan sosialisasi digelar di ruang pertemuan Sekretariat GIAN, Jalan Jalur Tiga Puluh Dua, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman.
Forum ini menjadi langkah awal mengokohkan barisan agar gerakan anti narkoba tidak berhenti di atas kertas, melainkan menyentuh langsung masyarakat hingga pelosok desa.
Acara dikemas penuh semangat perjuangan dengan menghadirkan dua narasumber kompeten. Materi dibedah dari sisi hukum dan medis agar pengurus GIAN memahami ancaman narkoba secara utuh, Kamis 4 Juni 2026.
Perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten BNNK Pasaman Barat, Rifaa’i, hadir memaparkan jerat hukum berat bagi pengguna dan pengedar.
Sementara Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Elfizon Amir, Sp.PD, FINASIM, mengurai dampak medis yang mengerikan. Keduanya menegaskan narkoba tidak hanya merusak fisik pemakai, tetapi juga menghancurkan tatanan sosial dan menjerumuskan seseorang ke dalam lingkaran kriminal.
Ketua DPD GIAN Pasaman Barat, Drs. Pramana Yose, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Baginya ini amanah besar menyelamatkan bangsa dari kehancuran.
“Sasaran utama kami membangun benteng kesadaran kolektif, khususnya bagi milenial dan Gen Z. Narkoba kerap menawarkan kenikmatan sesaat, tapi ujungnya kehancuran abadi. Melalui pembekalan ini, kami ingin memperkuat bekal ilmu para pengurus agar layak menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Tugas berat ke depan adalah mengajak seluruh pemuda dan pemudi berani tegas berkata TIDAK pada narkoba. Generasi muda pemegang kendali masa depan daerah ini. Mereka harus kita lindungi agar tumbuh sehat, produktif, dan bermanfaat,” tegas Pramana Yose di hadapan peserta.
Secara rinci dr. Elfizon Amir memaparkan bahaya Narkotika Golongan Satu. Jenis ini memiliki potensi ketergantungan tertinggi dan kerusakan paling fatal. Pemakaiannya merusak organ vital, merusak sel otak hingga memicu gangguan jiwa berat, menurunkan daya pikir drastis, serta menjatuhkan martabat pengguna hingga terjerumus kriminal demi memenuhi kecanduan.
“Jangan pernah mencoba sedikit saja, karena pintu masuknya mudah, tapi jalan keluarnya hampir mustahil jika sudah terikat. Kerusakan yang ditimbulkan sering kali tidak bisa dikembalikan seperti sedia kala,” ujar dr. Elfizon memberi peringatan keras.
Senada, Rifaa’i dari BNNK Pasaman Barat mengingatkan perang melawan narkoba tidak bisa hanya diserahkan ke aparat penegak hukum. Dibutuhkan sinergi semua elemen: pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan keluarga sebagai benteng pertama.
“Narkoba masuk diam-diam, merusak perlahan, dan menghancurkan seketika. Pencegahannya harus bersama-sama dan berkelanjutan. Ciptakan lingkungan sehat, padatkan aktivitas positif, dan jaga komunikasi erat di rumah tangga agar anak-anak tidak mencari pelarian ke hal yang salah,” pesan Rifaa’i.
Di penghujung kegiatan, GIAN Pasaman Barat menegaskan komitmen bulat. Organisasi ini berjanji tidak berhenti melakukan edukasi dan kampanye, baik di pusat keramaian maupun pelosok nagari.
Semangat perang total melawan narkoba diharapkan semakin berkobar dan meresap ke seluruh lapisan masyarakat Pasaman Barat. Tujuannya satu: melahirkan daerah bersih dari narkoba dan mencetak generasi emas yang mampu membawa Pasaman Barat melesat ke arah kemajuan.
Penulis : Jeni










