Kemarau Air Laut Asin! Beberapa Minggu Ini 5 Kampung di Berau Dihantam Krisis Air

KETERANGAN FOTO : Kantor IPA Gurimbang milik Perumda Air Minum Batiwakkal di Kabupaten Berau yang operasionalnya dihentikan sementara sejak Selasa (25/8/2026) akibat intrusi air laut dan tingginya kadar TDS.

NEWSCAKRAWALA.ID – Kemarau panjang dan intrusi air laut membuat ribuan warga di Kabupaten Berau kesulitan air bersih. Perumda Air Minum Batiwakkal terpaksa menghentikan total operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gurimbang sejak Selasa 25 Agustus 2026.

Penghentian dilakukan karena air baku di intake sudah asin. Kadar garam atau TDS tercatat di atas 300 ppm saat air pasang. Jika tetap dipaksa beroperasi, air yang mengalir ke rumah warga dikhawatirkan tidak layak pakai.

Dampaknya langsung terasa sejak kemarin. Keran di rumah warga kering. Warga 5 wilayah terdampak terpaksa menahan kebutuhan dasar seperti mandi, masak, dan cuci.

Manager Teknik Perumda Batiwakkal, Syahril merinci, ada 5 wilayah yang saat ini lumpuh distribusinya. Yakni:

1. Kampung Gurimbang

2. Kampung Sukan Tengah

3. Kampung Tanjung Perangat

4. Sebagian Kampung Bebanir Bangun

5. Wilayah jalan poros arah ke Sambaliung

“Kami dari kemarin tidak ada air sama sekali. Sungai sudah kering dan asin. Mau beli galon juga mahal,” keluh seorang warga Gurimbang.

Syahril membenarkan penghentian ini adalah langkah darurat.

“Operasional IPA Gurimbang kami stop dulu. Akan jalan lagi saat air surut dan kadar TDS di bawah 300 ppm,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa 25 Agustus 2026.

Saat ini tim teknik Batiwakkal siaga 24 jam memantau kondisi air baku. Begitu TDS turun, distribusi akan langsung dinormalkan.

Di sisi lain, Manager Hubungan Pelanggan Batiwakkal, Rudy Hartono mengimbau warga untuk menghemat dan menampung air saat jam operasional.

“Kami memahami kondisi ini sangat berat. Mewakili manajemen, kami mohon maaf atas terganggunya layanan. Untuk wilayah terdampak, silakan tampung air saat IPA beroperasi dan gunakan secara bijak,” ujar Rudy.

Ia menambahkan, informasi gangguan ini sudah disampaikan sejak Senin 24 Agustus 2026 kemarin, khususnya ke pelanggan di 5 wilayah terdampak total.

Rudy menyebut, kejadian ini adalah dampak dari kemarau ekstrem yang membuat debit sungai Gurimbang turun drastis. Sehingga air laut mudah masuk ke hulu.

Ke depan, Perumda Batiwakkal berjanji akan mengevaluasi sistem intake agar krisis serupa tidak terulang tiap musim kemarau.

“Kami berharap hujan segera turun. Tapi jangka panjangnya, kita harus cari solusi agar pelayanan tidak lumpuh karena satu sumber saja,” pungkasnya.

 

Penulis : SW

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *