NEWSCAKRAWALA-ID — Intensitas hujan tinggi menyebabkan luapan air di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 17.15 Wib.
Luapan air merendam puluhan rumah warga dan menggenangi Jalan Raya Lintas Provinsi Sumatera Barat tepatnya di Kampung Pinariman, Jorong Tanjung Beruang, Nagari Kajai Selatan, Kecamatan Talamau.
Berdasarkan pantauan di lapangan, air dengan arus cukup deras meluap dari sungai kecil dan saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan.
Akibatnya, puluhan rumah warga di Kampung Pinariman terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter. Sejumlah perabotan rumah tangga dilaporkan rusak dan warga terpaksa mengevakuasi anak-anak ke tempat yang lebih tinggi.
Luapan air juga memenuhi badan Jalan Raya Lintas Provinsi Sumbar yang merupakan akses utama penghubung Kabupaten Pasaman Barat dengan wilayah lain di Sumatera Barat.
Genangan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah kendaraan roda dua dilaporkan mogok saat memaksakan diri melintas di genangan air.
Warga setempat menyebut kejadian ini bukan yang pertama. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun lebih dari satu jam, air dipastikan meluap ke pemukiman.
Ada dua faktor utama penyebab banjir langganan tersebut:
1. Pendangkalan dan penyempitan sungai akibat sedimentasi sehingga daya tampung air berkurang.
2. Tidak tersedianya drainase atau saluran pembuang yang memadai di sepanjang bahu jalan lintas provinsi.
“Kami sudah sering mengeluhkan ini. Setiap hujan lebat, kami was-was. Air tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Perabotan basah, anak-anak harus diungsikan. Sungai di sini sudah sangat kecil, tidak sanggup lagi menampung air. Ditambah tidak ada parit atau drainase di pinggir jalan lintas ini” ujar salah seorang warga Kampung Pinariman.
Masyarakat Kampung Pinariman mendesak Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat selaku penanggung jawab Jalan Lintas Provinsi untuk segera melakukan penanganan.
Warga meminta dilakukan:
1. Pelebaran dan normalisasi sungai di sekitar Kampung Pinariman untuk meningkatkan kapasitas tampung air.
2. Pembangunan drainase permanen di sepanjang bahu Jalan Raya Lintas Provinsi Sumbar di Jorong Tanjung Beruang.
“Kami mohon kepada Bapak-bapak di Dinas BMCKTR Provinsi Sumbar agar segera turun ke lokasi. Lihat langsung kondisi kami. Ini sudah sangat merugikan masyarakat dan juga pengguna jalan raya. Jangan tunggu sampai ada korban atau rumah warga rusak parah baru ditangani” harap warga.
Hingga berita ini diturunkan Kamis malam, air dilaporkan sudah mulai berangsur surut setelah hujan reda. Namun warga tetap siaga mengingat BMKG memprediksi potensi hujan lebat masih akan terjadi di wilayah Pasaman Barat dalam beberapa hari ke depan.
penulis Jeni












