Rapat Bersama, Komisi I Tegaskan Persiapan Operasional RSUD Tanjung Redeb Jangan Setengah-setengah

Foto :Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, memimpin rapat bersama Dinkes terkait kesiapan operasional RSUD Tanjung Redeb, Senin (27/4/2026). Ia minta Pemda tidak buru-buru resmikan jika masih ada kekurangan mendasar pada pelayanan.

NEWSCAKRAWALA.IDTanjung Redeb

Pembukaan rawat jalan di RSUD Tanjung Redeb yang akan segera dilakukan bulan mendatang, membuat masyarakat bertanya-tanya.

Pasalnya, untuk persiapan RS itu sendiri dianggap masih kurang. Untuk itu, Komisi I DPRD Berau memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mempertanyakan kesiapan pengoperasian RS baru itu.

Dalam rapat pada Senin (27/6/2026) sore, sejumlah poin krusial menjadi sorotan, mulai dari kelengkapan alat kesehatan, kesiapan sumber daya manusia (SDM), aspek perizinan, hingga kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menegaskan bahwa kesiapan operasional tidak boleh setengah-setengah. Ia mengingatkan agar pihak Pemerintah Daerah tidak terburu-buru melakukan peresmian jika masih terdapat kekurangan mendasar, terutama yang berkaitan dengan pelayanan.

“Kita tidak ingin ketika sudah diresmikan terdapat banyak kekurangan di dalam rumah sakit tersebut. Maka, perlu adanya persiapan yang matang sebelum diresmikan,” ungkapnya.

Menurut Elita, aspek legalitas menjadi salah satu hal paling krusial yang tidak boleh diabaikan. Perizinan operasional, standar pelayanan, hingga akreditasi harus dipastikan telah terpenuhi agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, baik bagi tenaga medis maupun pasien.

Selain itu, dirinya juga menyoroti pentingnya kesiapan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Hal ini dinilai sangat vital mengingat mayoritas masyarakat bergantung pada jaminan kesehatan tersebut untuk mendapatkan layanan medis.

“Kerja sama dengan BPJS harus sudah berjalan efektif sebelum operasional dimulai, agar masyarakat tidak kesulitan saat membutuhkan pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Tak hanya itu, kesiapan SDM juga menjadi perhatian serius. Dirinya berharap tenaga medis maupun nonmedis yang akan bertugas di RS tersebut memiliki kompetensi yang memadai serta jumlah yang mencukupi, sehingga mampu menunjang pelayanan yang cepat dan profesional.

Elita menegaskan bahwa keberadaan dua rumah sakit aktif harus benar-benar menjadi solusi atas berbagai keluhan masyarakat selama ini, terutama terkait antrean panjang, keterbatasan ruang perawatan, hingga lambatnya penanganan medis.

“Sarana dan prasarana Rumah Sakit sangat penting. Harus dipastikan bisa terpenuhi untuk membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal,” pungkasnya. (Adv).

 

 

Reporter : SW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *