NEWSCAKRAWALA.ID – Tanjung Redeb Beberapa ruas jalan di Kabupaten Berau sering memakan korban. Bahkan, angka kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi. Ini menjadi perhatian lantaran sampai saat ini masih banyak daerah atau kampung yang belum memiliki layanan kesehatan memadai dalam menangani korban kecelakaan di jalan raya.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, juga ikut menyoroti hal ini. Dikatakannya, untuk wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan, sudah seharusnya memiliki fasilitas yang mumpuni.
”Ambulans itu selalu kurang. Jadi keberadaan layanan AGD 118 atau Ambulans Gawat Darurat 118 sangat dibutuhkan sebagai layanan penanganan medis pra-rumah sakit, terutama untuk korban kecelakaan dan kondisi darurat lainnya,” ujarnya ditemui beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan, saat ini permintaan layanan ambulans cukup tinggi, sementara armada yang tersedia masih sangat terbatas sehingga belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat, Jumat (24/4).
“Harapan kita Pemda bisa lebih banyak menyediakan ambulans,” tegasnya.
Selain persoalan ambulans, ia juga mendorong pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi menekan angka kecelakaan.
“Jalan yang lebih baik sangat dibutuhkan untuk keselamatan,” jelasnya.
Ia menilai salah satu titik rawan kecelakaan berada di jalur Kelay yang dinilai terlalu sempit dan perlu segera diperlebar.
“Jalan di Kelay itu terlalu sempit. Lahan di sisi kanan dan kiri jalan masih memungkinkan untuk pelebaran. Bahkan, jika memungkinkan, jalur kendaraan roda dua dan roda empat dipisahkan agar lebih aman,” ungkapnya.
Sumadi menegaskan, penambahan ambulans serta perbaikan jalan kini menjadi kebutuhan mendesak yang harus diprioritaskan dalam pembahasan anggaran tahun ini maupun tahun depan. (Adv).
Reporter : SW












