NEWSCAKRAWALA.ID – Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan terus menggencarkan pembinaan karakter di kalangan pelajar melalui program Polisi Sahabat Pelajar. Kali ini, kegiatan tersebut menyasar SMP Negeri 1 Kadugede.
Program dikemas dalam pelaksanaan upacara bendera rutin hari Senin yang berlangsung khidmat di lapangan sekolah. Bertindak sebagai pembina upacara, Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Sat Lantas Polres Kuningan, IPDA Alfan Rizki Riswandi, S.H., CPHR.
Di hadapan kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, dan ratusan siswa, IPDA Alfan menyampaikan empat poin krusial yang menjadi ancaman bagi remaja saat ini, yakni bahaya balap liar, geng motor, perundungan (bullying), dan penyalahgunaan narkoba, Senin (12/10).
Dalam amanatnya, IPDA Alfan menyoroti maraknya aksi balap liar yang kerap melibatkan pelajar. Ia menegaskan jalan raya bukan tempat untuk unjuk kebolehan dan adu gengsi.
“Jalan raya bukan arena balapan. Di sana ada hak pengguna jalan lain, pejalan kaki, dan masyarakat umum. Mengendarai motor dengan kecepatan tinggi tanpa SIM dan tanpa helm bukan prestasi, tapi membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegas IPDA Alfan.
Ia mengimbau siswa yang memiliki minat di dunia otomotif agar menyalurkan bakatnya melalui wadah resmi dan pembinaan yang terarah, bukan dengan aksi ugal-ugalan.
Tak hanya soal lalu lintas, IPDA Alfan juga mengajak siswa untuk selektif dalam bergaul dan menjauhi geng motor. Menurutnya, keberanian sejati bukan ditunjukkan dengan membuat orang lain takut.
“Membuat orang takut bukan tanda berani. Itu justru menunjukkan kita belum bisa menghargai sesama. Lebih baik punya sedikit teman yang membawa pada kesuksesan, daripada banyak teman yang menjerumuskan pada masalah hukum,” ujarnya.
Terkait maraknya kasus bullying di lingkungan sekolah, IPDA Alfan menekankan bahwa perbedaan fisik maupun kemampuan akademik tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan orang lain. Ia meminta SMPN 1 Kadugede menjadi ruang aman dan nyaman bagi seluruh siswa untuk belajar.
Di akhir amanat, IPDA Alfan menegaskan peran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pendidik dan pembina generasi muda. Ia mendorong sinergitas antara sekolah, orang tua, dan kepolisian untuk mencetak generasi Kuningan yang cerdas dan berkarakter.
Kegiatan ditutup dengan sesi penyuluhan interaktif, dialog singkat bersama siswa, serta foto bersama sebagai komitmen bersama mewujudkan lingkungan sekolah yang tertib, aman, dan ramah anak.
REPORTER ; RIYAN












