NEWSCALRAWALA.ID— Keluhan warga soal antrean BBM bersubsidi yang mengular akhirnya direspon.
Pemkab Pamekasan melalui Bagian Perekonomian Setda bersama Dinkes, DKPP, Dinsos menggelar operasi pemantauan besar-besaran selama 2 hari di 12 SPBU se-Kabupaten Pamekasan, Jumat 4 September 2026.
Sasaran utamanya: membongkar penyebab antrean dan memastikan BBM subsidi tidak disalahgunakan.
Kabag Perekonomian Setda Pamekasan, Sri Puji Harijani angkat bicara soal biang keladi antrean.
“Di awal September distribusi dari Pertamina Patra Niaga Surabaya telat. Ditambah permintaan di Agustus meledak. Akhir Agustus beberapa SPBU sudah kehabisan kuota solar dan pertalite” jelasnya.
Dampaknya langsung terasa. Warga berbondong-bondong ke SPBU yang masih punya stok.
“Inilah yang memicu panic buying” tegasnya.
Dalam pemantauan ini, Pemkab juga memastikan BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak ada penimbunan.
Tim tidak hanya memantau, tapi juga menempel imbauan keras ke pengelola SPBU.
“Kami minta SPBU tegas. Jangan layani pembelian pakai jerigen tanpa rekomendasi resmi dari lembaga di Kabupaten Pamekasan” perintahnua.
Untuk penindakan, Bu Puji menegaskan pihaknya hanya bertugas memantau.
“Kalau ada pelanggaran, kami langsung laporkan ke tim penindakan” ujarnya.
Pemkab Komitmen: Jangan sampai Rakyat dirugikan lagi.
Pemkab Pamekasan berharap dengan sidak ini distribusi BBM bisa kembali normal. Masyarakat tidak perlu lagi antri berjam-jam dan buang waktu.
Reporter: Aril












