Newscakrawala.id || Sampang Proyek pembangunan lapangan sepak bola senilai 2, 5 Milliar kini menjadi bahan gunjingan masyarakat kabupaten Sampang Madura Jawa Timur.
Alih alih, pengerjaan pembangunan lapangan sepak bola yang menjadi fasilitas olahraga berkualitas justru menyisakan deretan persoalan yang serius dan memalukan, sebab pengerjaan proyek tersebut dinyatakan selesai melalui PHO, meskipun masih banyak kekurangan, Rabu (08/1/2024).
Pasalnya, penanggung jawab dalam pengerjaan proyek pembangunan lapangan sepak bola oleh Disporabudpar Sampang dan kontraktor Cv. Ika Mulya Cipta Mandiri.
Sinyo yang merupakan kontraktor Cv. Ika Mulya Cipta Mandiri kini jadi sorotan atas dugaan ketidakbecusan proyek pembangunan lapangan sepak bola.
Ketua Ketua Barisan Independen Nusantara (BIN), Arifin mengatakan, pembangunan lapangan sepak bola tersebut menunjukkan fakta yang mengejutkan, terlihat instalasi untuk fasilitas lapangan sepak bola hingga kini belum terpasang sehingga membuat lapangan ini tidak lebih dari pajangan kosong yang tak berguna.
” Tidak hanya itu, kondisi rumput lapangan terlihat memprihatinkan. Penanaman pada rumput dikerjakan asal-asalan tanpa perawatan hingga menyebabkan sebagian besar rumput mati, membuat lapangan ini jauh dari standar layak pakai. Sungguh amat disayangkan, sebab ini sebuah proyek mahal yang hasilnya menyerupai padang tandus,” ujar Arifin..
Drainase pada proyek ini menurut nya, menggunakan U-DITCH yang dipasang asal-asalan juga menjadi sorotan. Jika hujan turun maka lapangan ini bisa berubah menjadi kolam karena saluran air tidak berfungsi optimal, sebutnya.
Dan lebih buruknya lagi, pemadatan sirtu di sisi barat dan timur lapangan menunjukkan kerja serampangan. Permukaan yang tidak rata bahkan lebih tinggi dari lapangan utama. Hal ini tidak hanya merusak estetika, tetapi dapat membahayakan keselamatan para pemain. Lalu apakah ini yang disebut proyek 2,5 miliar, cetusnya dengan tegas.
Pembangunan lapangan sepak bola ini membuat masyarakat kabupaten Sampang geram disebabkan keputusan penanggung jawaban dari Disporabudpar dan kontraktor Sinyo untuk tetap melakukan PHO meskipun kekurangan ini nyata di depan mata. Dan apakah ini bentuk kelalaian murni atau ada indikasi permainan anggaran dan terbukti secara fakta hingga kini tidak ada penyelesaian dengan jelasnya ini menunjukkan bahwa proyek tersebut bukan sekadar tidak profesional, tetapi potensi skandal besar yang merugikan uang rakyat, urainya.
Gelombang kritik dan desakan kini menggema di kalangan masyarakat, hingga Ketua Barisan Independen Nusantara (BIN), Arifin, turut angkat bicara. Ia menilai proyek ini sudah seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya Inspektorat Kabupaten Sampang.
“Kami meminta Inspektorat untuk segera melakukan audit khusus terhadap proyek ini. Kekurangan yang ada sangat mencurigakan, dan jika ditemukan indikasi penyimpangan, maka harus ada langkah hukum yang tegas. Kami juga akan bersurat resmi ke Inspektorat untuk memastikan masalah ini ditangani dengan transparan,” tegas Arifin.
Tuntutan langkah tegas dari masyarakat kepada pemerintah Kabupaten Sampang, berikut ini,
Disporabudpar Sampang segera bertanggung jawab atas kelalaian ini dan memaksa kontraktor Sinyo untuk menyelesaikan pekerjaannya, kemudian
Audit khusus oleh Inspektorat untuk memastikan tidak ada penyelewengan anggaran.
Sanksi tegas bagi kontraktor Sinyo jika terbukti bermain-main dengan proyek ini.
Salah satu warga Sampang menyindir tajam akan proyek tersebut, ” Ini proyek atau proyek proyekan ?, lapangan sepak bola atau kubangan kambing?, kalau begini caranya, lebih baik anggaran 2,5 miliar itu dibagikan langsung ke rakyat, tandasnya.
” Ini menjadi catatan hitam untuk pemerintah Sampang, proyek ini menjadi potret nyata buruknya pengelolaan proyek daerah dan lemahnya pengawasan dari pihak Disporabudpar,” terang Arifin.
Di saat masyarakat berharap fasilitas yang layak, mereka justru disuguhkan hasil kerja ala kadarnya yang penuh cacat, cetusnya penuh kekecewaan.
” Jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah, maka ini bukan hanya persoalan proyek mangkrak, tetapi pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat. Pemerintah Kabupaten Sampang harus memilih sekaligus menyelamatkan proyek ini atau membiarkan namanya terjerembab dalam lumpur skandal,” pungkasnya.(Sal)












