Newscakrawala id l||Sampang Warga Dusun Lembung Barat, Desa Paseyan kecamatan/kabupaten Sampang saat ini tengah bergotong royong memperbaiki jalan lingkungan yang rusak parah akibat kurangnya kepedulian pemerintah setempat.
Jalan kampung yang diperbaiki ini terlihat rusak parah dan berlubang, tak hanya berlubang saja, jalan tersebut saat ini digenangi air hujan hingga membuat warga Dusun Lembung Barat menjadi kecewa, Sabtu (21/11/2024).
Perbaikan jalan kampung ini dikatakan oleh salah satu tokoh masyarakat Dusun Lembung Barat Holik, bahwa warga sangat kecewa terhadap pemerintah setempat, sudah terlalu lama kerusakan jalan hanya dibiarkan saja hingga lubang makin melebar dan disaat hujan ini sangat berbahaya terhadap para pengguna jalan.
” Jalan ini sudah lama rusak, dan pihak pemerintah tak memperdulikan kerusakan jalan itu, kecewa yang dirasakan warga karena ketika turun hujan lubang jalan itu akan tergenangi dan ini sangat berbahaya sekali bagi pengguna jalan akibatnya akan jatuh korban akibat lubang yang tergenangi air hujan,” cerita Holik pada media.
Kata Holik menjelaskan, perbaikan pada jalan kampung ini menggunakan dana swadaya sendiri tanpa melibatkan campur tangan pemerintah, pengerjaan pun secara gotong royong yang dilakukan pada hari Jumat (20/12/2024) dari pagi hingga larut malam.
” Kami lakukan perbaikan jalan ini tak lain untuk menyelematkan dari korban yang sebelumnya sudah memakan korban jatuh akibat kerusakan jalan yang parah dan berlubang, terlebih pada anak anak sekolah ketika mereka tengah mengayuh sepeda menuju ke sekolah tiba tiba terjatuh lantaran tidak mengetahui ada lubang karena tergenangi air ,” ungkapnya Holik.
Jujur saja mas, warga Desa Paseyan sangat kecewa terhadap pemerintah desa, kami sudah mengeluhkan soal kerusakan jalan tersebut namun tak kunjung merespon keluhan warga. Jika ini terus menerus menunggu bantuan dari pemerintah desa yang jelas kerusakan akan semakin lebih parah, jadi kami musyawarah dengan warga lainnya untuk urun partisipasi nya (sumbangan) guna memperbaiki jalan yang rusak itu, sebutnya menambahkan.
“Saya sangat prihatin mas akan kondisi yang ada di desa kami di jalan Dusun Lembung Barat, Desa Paseyan yang sudah rusak total mas, ini masuk jalan pinggiran kota seakan-akan Dusun Lembung Barat tidak termasuk pinggiran kota, dan tidak di perhatikan sama sekali oleh pemerintah setempat,” keluhnya penuh kekecewaan.
Saat dikonfirmasi ke pihak PJ. Kepala Desa Paseyan melalui pesan singkat WhatsApp, Muwalid mengatakan ia meminta maaf dengan ketidak nyamanan di pemerintahan dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin.
” Muwalid menyampaikan permohonan maaf nya kepada media saat dikonfirmasi bahwasanya. ketidak nyamanan di pemerintahan dan ia sudah berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.
Atas segala bentuk kekurangan dan ketidak nyamanan nya atas pemerintahan kami untuk jalan Dusun Lembung Barat ini kemarin memang sudah kami prioritaskan dalam Musrenbangdes namun usulan tersebut di tolak karena jalan Lembung tersebut masuk jalan poros kabupaten Sampang, sedangkan aturannya dalam dana DD dan ADD tidak boleh membangun jalan poros kabupaten, terang Muwalid.
Masih kata PJ. Kades Desa Paseyan, ia tak putus asa untuk membangun Desa Paseyan ini dan mungkin dapat kami usulkan dalam program yang lainnya seperti PIK dan lainnya, dan kami meminta bapak dan warga lainnya mendoakan agar usulan kami untuk jalan Dusun Lembung Barat ini dapat di terima oleh pemerintah kabupaten Sampang, imbuhnya. (Sal)












