Newscakrawal.id || Pamekasan – Puluhan mahasiswa Universitas Islam Madura (UIM) yang tergabung dari badan eksekutif mahasiswa (BEM) kader mahasiswa kabinet angkara Kabupaten Pamekasan melakukan tuntutan di depan kantor dinas perhubungan jalan Bonorogo Pamekasan.
Tuntutan ini dilakukan lantaran pengendara angkutan berat truk roda enam ke atas tetap melewati di kawasan universitas Islam Madura sehingga kami melakukan audensi dua kali, pertama di Kasatlantas dan yang kedua di dishub yang sekarang ini, Kamis (12/12/2024).
Bem universitas Islam Madura Junaidi menyampaikan bahwa ada beberapa tuntutan yakni, untuk memberikan tambahan rambu rambu terhadap angkutan berat truk, alihkan untuk kejalan raya minim resiko, memberikan pita kecut di beberapa titik, memberikan ketegasan secara hukum yang melintas di kawasan UIM.

” Apabila tuntutan ini tidak laksanakan akan melakukan aksi demonstrasi kepada dishub dan Kasatlantas untuk lebih srius dalam pengawalan persoalan yang dihadapi oleh kawasan pendidikan pondok pesantren Miftahul Ulum Betet Pamekasan”, tegasnya.
Ia berharap agar pihak kepala dinas perhubungan menanggapi secara betul dan srius untuk tuntutan kami ini, tandasnya.
Dinas perhubungan (Dishub) kabupaten Pamekasan Ajib Abdullah, ia menanggapi persoalan ini bahkan sudah di tanda tangani di depan semua mahasiswa uim dan pihak lainnya.
“Pihaknya akan melakukan untuk merubah jalur dan membuat rambu rambu baru, yang berlangsung kemarin dengan aturan jam mulai dari 6:00 pagi sampai 16.00,sore,”pungkasnya.(Sen)












