NEWSCAKRAWALA.ID – Pilihan destinasi kuliner di Pamekasan bertambah. Djavaloka Bistro resmi dibuka di Jalan Pasar Pao, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Bistro ini hadir dengan konsep yang berbeda dari kafe pada umumnya di Madura. Mengusung tema kuliner fusion dan eksplorasi tembakau, Djavaloka memadukan pengalaman bersantap dengan suasana hangat dan intim serta konsep _cigarette experience, Selasa 13/10/2026.
Penanggung Jawab Djavaloka Bistro, Raka, mengatakan tempatnya dirancang bukan sekadar untuk menikmati makanan dan minuman, tetapi untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.
“Java Loka dirancang bukan sekadar tempat makan dan minum, tapi menghadirkan pengalaman berbeda,” ujar Raka.
Terkait filosofi nama, Raka menjelaskan bahwa Djavaloka merupakan gabungan dari dua kata. “Java Loka itu fusion dari Mas Ogi. Jadi ada dua nama, Java sama Loka,” jelasnya.
Raka menyebut konsep bistro yang diusung Djavaloka menjadi yang pertama di Madura. Bistro sendiri merupakan perpaduan antara restoran kasual dan kafe.
“Konsepnya mungkin satu-satunya yang pertama di Madura ya, yaitu bistro. Bistro itu di tengah-tengahnya antara restoran kasual sama kafe. Jadi kita di tengah-tengahnya,” terang Raka.
Ia menambahkan, Djavaloka mengedepankan suasana yang intim sehingga nyaman untuk berbagai keperluan. “Di sini lebih ke intimate. Jadi buat nongkrong oke, buat bisnis juga oke,” tambahnya.
Untuk menu andalan, Djavaloka Bistro mengandalkan sajian smoke yang diolah dengan teknik khas Texas, Amerika Serikat, namun dipadukan dengan cita rasa Nusantara.
“Signature kita ini smoke. Jadi ada smoke brisket, smoke chicken, sama smoke duck. Nanti ada turunannya lagi seperti dibikin nasi goreng, dibikin kwetiau, dan lain-lain,” ungkap Raka.
Selain menu smoke, pihaknya juga menyajikan beragam main course mulai dari menu Indonesia hingga western.
“Kalau main course kita lebih beragam. Kalau Indonesia ada nasi goreng, kita juga punya pasta yang pakai smoke,” katanya.
Secara konsep, Raka menegaskan pihaknya mengusung kuliner fusion.
“Sebenarnya fusion. Jadi kita bawa smoke ini kan dari US, dari Texas, kita kombinasikan sama masakan Indonesia. Jadi di-fusion semua,” jelasnya.
Dari sisi target pasar, Djavaloka menyasar segmen menengah ke atas, namun tetap terbuka untuk semua kalangan.
“Target market kita lebih ke menengah ke atas. Tapi sebenarnya semua kalangan bisa masuk. Anak muda bisa, usia lanjut juga bisa karena di sini konsepnya intimate, tidak ramai dan tidak terlalu bising. Bisa dibilang semi fine dining,” ujar Raka.
Untuk operasional, Djavaloka Bistro memberdayakan tenaga kerja lokal.
“Karyawan lokal semua, alhamdulillah totalnya 32 orang di sini,” sebut Raka.
Yang membedakan Djavaloka dengan kafe lain di Pamekasan, menurut Raka, adalah konsep bistro itu sendiri dan menu signature yang belum ada di daerah lain.
“Pembeda kami adalah bistro di tengah-tengah resto dan kafe, dan juga kami membawa beberapa menu signature yang mungkin belum ada di Pamekasan,” tegasnya.
Terkait promo grand opening, pihaknya mengaku masih fokus untuk undangan.
“Karena hari ini banyak invitation, jadi masih belum ada promo untuk publik. Untuk kerja sama promo dengan kartu kredit seperti Mandiri dan lainnya juga masih belum,” jelasnya.
Raka berharap kehadiran Djavaloka Bistro dapat mengubah pola nongkrong masyarakat Pamekasan.
“Harapan saya Djavaloka bisa sedikit merubah pola nongkrong di Pamekasan. Selama ini terbiasa dengan kafe yang bising dan kaku, lebih ke anak muda. Kami bawa konsep di sini agar orang tua pun bisa nongkrong dengan nyaman,” harapnya.
Ke depan, manajemen juga berencana mengembangkan usaha tersebut ke lokasi lain.
“Apakah mau buka cabang lagi? Insyaallah secepatnya kita kembangkan,” pungkasnya.
Pembukaan Djavaloka Bistro dihadiri langsung oleh pemilik PT Empat Sekawan Mulia (ESM), H. Suhaydi, bersama keluarga dan para tamu undangan. Kehadirannya diharapkan menjadi pilihan baru tempat kuliner yang hangat, intim, dan berbeda di Pamekasan.
REPORTER : FIDIA




