NEWSCAKRAWALA.ID – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, survei Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kompas mencatat adanya peningkatan penilaian masyarakat terhadap kinerja dan profesionalisme Kepolisian Republik Indonesia.
Dewan Etik IWO Pamekasan, Adi Suparto, menilai hasil survei tersebut sebagai sinyal positif bahwa kepercayaan publik mulai tumbuh kembali,Senin 29 Juni 2026.
“Hasil survei itu bukan sekadar angka statistik, melainkan cermin kepercayaan yang mulai tumbuh kembali. Pantas jika hasil ini disambut sebagai kado sederhana namun bermakna di usia keemasan Bhayangkara,” kata Adi Suparto,.
Dalam analisisnya, Adi menggunakan kerangka berpikir sistem manajemen mutu sebagaimana tercantum dalam standar ISO 9001:2015. Ia menegaskan, acuan tersebut hanya digunakan sebagai alat bantu pikiran, bukan untuk mempromosikan standar atau lembaga sertifikasi tertentu.
“Belum diketahui secara pasti standar apa yang menjadi pedoman resmi dalam sistem penilaian kinerja internal kepolisian,” jelasnya.
Menurut Adi, kemajuan yang tampak setidaknya menyentuh lima prinsip penting. Pertama, berpusat pada pelanggan atau masyarakat sebagai pihak yang dilayani sekaligus penilai paling sah. Kedua, pendekatan berbasis proses yang memperhatikan alur kerja, hambatan, serta efisiensi dan efektivitasnya.
Ketiga, semangat peningkatan berkelanjutan agar kemajuan tidak berhenti di satu titik. Keempat, pengambilan keputusan berbasis bukti dan data nyata. Kelima, pengelolaan hubungan baik antara penyelenggara keamanan dan masyarakat, yang dilengkapi evaluasi kinerja secara teratur.
Meski mengapresiasi kenaikan penilaian, Adi mengingatkan agar Polri tidak cepat berpuas diri. Ia menyoroti masih adanya selisih pengalaman pelayanan antara wilayah perkotaan dengan daerah pinggiran atau pelosok.
“Di tempat-tempat yang mudah dijangkau, perubahan terasa lebih nyata. Namun di lapisan terbawah dan wilayah terpencil, dampak perbaikan belum sepenuhnya merata,” ujarnya.
Ia menyebut, kondisi inilah yang menjadi ujian nyata dari semboyan Polisi Presisi.
“Presisi berarti bekerja tepat sasaran, terukur, dan konsisten, melayani setiap warga tanpa memandang tempat tinggal atau kedudukan,” kata Adi.
Adi mendorong agar kemajuan yang sudah dicapai diikuti dengan langkah berkelanjutan. Ia berharap Polri terus memperbaiki seluruh aspek pelayanan, memperluas jangkauan hingga ke seluruh lapisan masyarakat, dan menjaga agar perubahan tidak hanya tampak di permukaan, tetapi mengakar dalam budaya kerja.
“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga kepercayaan yang tercermin dalam hasil survei menjadi semangat pendorong: kemajuan yang nyata, perbaikan yang tak pernah berhenti, demi mewujudkan kepolisian yang benar-benar melindungi, mengayomi, dan melayani seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Red)












