NEWSCAKRAWALA.ID – Warga Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono Lumajang, mendokumentasi sebuah tangki ukuran 5000 liter membuang limbah di aliran sungai di padat penduduk.
Tangki tersebut berwarna oranye di bagian depan bertuliskan ‘Baron’. Warga geram, lantaran armada angkut ini kerap melakukan hal serupa dihari sebelumnya, diduga membuang limbah berasal dari pabrik.
Dalam video dokumentasi, ada pria sebagai sopir mengakui jika aktivitas tersebut membuang cairan bekas cucian sabun.
Tak lama kemudian, sopir tersebut pergi meninggalkan lokasi. Video dokumentasi itu sampai ke media beberapa jam kemudian.
”Selang pembuangannya ditenggelamkan ke air pak. Memang selama ini kami incar, baru kepergok hari ini. Khawatir aja, sungai ini mengalir ke pertanian,” ucap warga mendokumentasi, meminta namanya tak disebut.
Penelusuran media tak berhenti. Ditemukan fakta jika kendaraan tersebut milik warga setempat di Jalan Juwet No. 16 Dusun Krajan Dua.
Ditemui dikediamannya, pemilik armada tersebut mengaku sebut saja Baron, menurutnya semua orang sudah mengenali. Baron menampik, jika yang dibuang adalah limbah pabrik.
Namun, sebelum dibuang dia mengaku harus di dicampur sabun agar tidak bau.
”Buang limbahnya ikan, punya orang lain. Ada yang buang, ada yang ngisi nanti. Saya ngisi juga,” kata Baron.
Diminta untuk menunjukkan lokasi tempat ikan dimaksud, Baron menolak. Dalihnya dia bersama istrinya masih ada acara ke Probolinggo. Ditanya alamat lokasinya saja, dia pun bungkam, Jumat (1/5)
Terpisah, sumber terpercaya pada media ini memberikan keterangan, jika limbah yang dibuang tersebut, didapat dari salah satu pabrik di Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko.
Dua tiga kali dalam sepekan, sumber memberikan keterangan, aktivitas pembuangan limbah dilakukan berpindah -pindah dari satu tempat ke tempat yang lain menghindari timbulnya masalah.
Reporter : HR












