Sungai Padat Penduduk di Kutorenon Jadi Lokasi Pembuangan Limbah.Warga Tolong Usut

Foto : Kendaraan tangki didokumentasikan warga, Jumat (1/5)

NEWSCAKRAWALA.ID – Warga Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono Lumajang, mendokumentasi sebuah tangki ukuran 5000 liter membuang limbah di aliran sungai di padat penduduk.

‎Tangki tersebut berwarna oranye di bagian depan bertuliskan ‘Baron’. Warga geram, lantaran armada angkut ini kerap melakukan hal serupa dihari sebelumnya, diduga membuang limbah berasal dari pabrik.

‎Dalam video dokumentasi, ada pria sebagai sopir mengakui jika aktivitas tersebut membuang cairan bekas cucian sabun.

‎Tak lama kemudian, sopir tersebut pergi meninggalkan lokasi. Video dokumentasi itu sampai ke media beberapa jam kemudian.

‎”Selang pembuangannya ditenggelamkan ke air pak. Memang selama ini kami incar, baru kepergok hari ini. Khawatir aja, sungai ini mengalir ke pertanian,” ucap warga mendokumentasi, meminta namanya tak disebut.

‎Penelusuran media tak berhenti. Ditemukan fakta jika kendaraan tersebut milik warga setempat di Jalan Juwet No. 16 Dusun Krajan Dua.

‎Ditemui dikediamannya, pemilik armada tersebut mengaku sebut saja Baron, menurutnya semua orang sudah mengenali. Baron menampik, jika yang dibuang adalah limbah pabrik.

‎Namun, sebelum dibuang dia mengaku harus di dicampur sabun agar tidak bau.

‎”Buang limbahnya ikan, punya orang lain. Ada yang buang, ada yang ngisi nanti. Saya ngisi juga,” kata Baron.

‎Diminta untuk menunjukkan lokasi tempat ikan dimaksud, Baron menolak. Dalihnya dia bersama istrinya masih ada acara ke Probolinggo. Ditanya alamat lokasinya saja, dia pun bungkam, Jumat (1/5)

‎Terpisah, sumber terpercaya pada media ini memberikan keterangan, jika limbah yang dibuang tersebut, didapat dari salah satu pabrik di Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko.

‎Dua tiga kali dalam sepekan, sumber memberikan keterangan, aktivitas pembuangan limbah dilakukan berpindah -pindah dari satu tempat ke tempat yang lain menghindari timbulnya masalah.

 

 

 

Reporter : HR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *