Seleksi 26 Calon Pimpinan Baznas Pasaman Barat Selesai, Bupati: Lembaga Ini Atur Tata Kelola Zakat untuk 8 Asnaf

Keterangan Foto: Asisten Pemerintahan dan Kesra Setia Bakti bersama Kabag Kesra Getri Ardenis dan Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Gusnifar berfoto bersama 26 calon pimpinan Baznas Pasaman Barat seusai seleksi, Senin 29 Juni 2026.

NEWSCAKRAWALA.ID – Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pasaman Barat resmi selesai dilaksanakan. Sebanyak 26 orang mendaftar mengikuti seleksi untuk mengisi 5 kursi pimpinan Baznas periode mendatang.

Seleksi dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pasaman, Simpang Empat,pada hari Senin 29 Juni 2026.

Dan kegiatan dibuka oleh Bupati Pasaman Barat yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setia Bakti.

Turut hadir Plt. Staf Ahli Bidang Keagamaan, Kabag Kesra Setda Pasaman Barat Getri Ardenis, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat yang diwakili Penyelenggara Zakat Wakaf Gusnifar bersama tim teknis.

Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Pasaman Barat, Gusnifar, menyampaikan seleksi ini merupakan tindak lanjut dari berakhirnya masa pengabdian pimpinan Baznas sebelumnya.

“Berdasar data yang ada, warga Pasaman Barat yang mengajukan berkas sebanyak 26 orang. Sesuai aturan dan ketentuan, Baznas Pasaman Barat akan diisi sebanyak 5 orang. Selanjutnya pimpinan terpilih akan menyesuaikan antara personel dengan jabatan yang ada,” ujar Gusnifar.

Ia menambahkan, Peraturan Menteri Agama (PMA) RI Nomor 10 Tahun 2025 menjadi panduan teknis seragam di seluruh Indonesia.

“Dengan demikian, proses seleksi Baznas di semua tingkatan dapat berjalan efektif, terukur, dan mendukung optimalisasi pengelolaan zakat nasional,” tutupnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setia Bakti yang mewakili Bupati menegaskan peran strategis Baznas.

“Baznas adalah lembaga yang mengatur tatakelola dana zakat, selanjutnya dibukukan dan disalurkan kepada yang berhak, yakni 8 asnaf,” katanya.

Setia Bakti, yang diamini Kabag Kesra Getri Ardenis, menyebut sumber dana Baznas Pasaman Barat selama ini berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah, instansi vertikal, perusahaan perkebunan, dan pihak terkait lainnya.

 

 

Reporter : Jeni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *