Kementerian Desa PDT dan UNICEF Evaluasi Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat di Klaten

foto: Direktur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI berfoto bersama peserta Dialog Warga di Desa Pundungan, Selasa 23 Juni 2026.

NEWSCAKRAWALA.ID – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) bersama UNICEF Indonesia melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Mekanisme Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Bupati Klaten di Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, tersebut bertujuan mengevaluasi implementasi perlindungan anak berbasis masyarakat, mendokumentasikan praktik baik di Kabupaten Klaten, serta mendorong replikasi model perlindungan anak yang efektif di desa-desa lain,Selasa 23 Juni 2026.

Rombongan Kemendesa PDT dipimpin oleh Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Drs. Nugroho Setijo Nagoro, M.Si. Turut hadir Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan, Drs. Andrey Ikhsan Lubis, M.Si., serta Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Desa dan Perdesaan, Suherman, S.Ip., M.Si.

Dari UNICEF Indonesia hadir Pelaksana Tugas Kepala Perlindungan Anak UNICEF Indonesia, Astrid Gonzaga Dionisio, dan Kepala Perwakilan UNICEF Surabaya, TB Ari Rukmantara.

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Klaten, antara lain Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten Jaka Purwanto, Kepala Dispermades Klaten Wahyuni Sri Rahayu, Kepala Dinas Pendidikan Titin Windiyarsih, Kepala DISSOSP3APPKB Puspo Enggar Hastuti, Kepala Bapperida Pandu Wirabangsa, Camat Juwiring Nindyarini Budi Wardhani, dan Kepala Desa Pundungan Danang Setiawan.

Selain itu, turut hadir perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni Plt. Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Tengah Faisa Septiyani Mukti, Kabid PHPA DP3AKB Provinsi Jawa Tengah Isti Ilma Patriani beserta jajaran, serta perwakilan Dispermades Provinsi Jawa Tengah.

Rangkaian kegiatan meliputi jamuan Bupati Klaten, rapat koordinasi organisasi perangkat daerah (OPD), pemaparan praktik baik Desa Pundungan, dialog dengan warga, makan siang bersama, hingga kunjungan showcase empat desa di Aula Kecamatan Juwiring.

Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Nugroho Setijo Nagoro, menegaskan bahwa investasi pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

“Investasi terbaik desa bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi membangun komunitas yang mampu melindungi anak-anaknya. Perlindungan anak berbasis komunitas adalah investasi sosial jangka panjang untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, aman, dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan, Andrey Ikhsan Lubis, menekankan pentingnya pembangunan manusia dalam pembangunan desa.

“Hakikat pembangunan desa bukan hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi membangun manusia. Karena itu, pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berketahanan,” katanya.

Menurut Andrey, kekuatan Desa Pundungan tidak hanya terletak pada program yang dijalankan, tetapi juga pada kolaborasi berbagai unsur masyarakat.

“Yang menarik dari Desa Pundungan bukan hanya programnya, tetapi ekosistem kolaborasinya. Forum Anak, kelompok disabilitas, paralegal desa, pemerintah desa, dan pemerintah daerah mampu bekerja dalam satu jejaring pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dari level desa hingga kabupaten,” ujarnya.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Kemendesa PDT dan UNICEF berharap praktik-praktik baik yang telah dikembangkan di Kabupaten Klaten dapat menjadi pembelajaran sekaligus model penguatan perlindungan anak berbasis masyarakat di desa-desa lainnya di Indonesia.

 

Reporter: Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *