Budaya  

Gandang Lasuang Bergema Lagi, Festival Padusi Hidupkan Tradisi Perempuan Minangkabau di Pasbar.

Foto : Aksi penari perempuan Pasaman Barat membawakan tari tradisional diiringi Gandang Lasuang, Festival Padusi 13 Juni 2026 Gema BudayaMinang.

NEWSCAKRAWALA.ID – Dentuman ritmis Gandang Lasuang menggema di Halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, Sabtu 13 Juni 2026 malam.

Ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan Festival Padusi Gandang Lasuang – Gema Budaya Minang, perhelatan budaya yang mengangkat kembali warisan seni tradisional perempuan Minangkabau.

Festival ini merupakan bentuk pelestarian identitas leluhur yang didukung penuh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesia.

Ketua Pelaksana sekaligus penerima manfaat Dana Abadi Kebudayaan 2025, Reza Mashendra, http://S.Sn, menjelaskan Gandang Lasuang bukan sekadar alat musik.

“Gandang Lasuang bukan sekadar irama. Ia adalah simbol kerja keras, kelembutan, dan peran mulia perempuan Minangkabau di masa lalu. Lewat festival ini, kami buktikan budaya bukan milik masa lampau, tapi ruang hidup bagi generasi muda untuk bangga dan melestarikannya,” ujarnya.

Penampilan istimewa dihadirkan sanggar-sanggar terbaik Pasaman Barat: Sanggar Nyiur Melambai, Sanggar Suryo Manunggal, Hori Management, Mhae Art Studio, hingga kelompok Ronggiang Barambun Malam. Seluruhnya membawakan nuansa kearifan lokal yang memukau penonton.

Acara dibuka khidmat dengan lagu Indonesia Raya dan Tari Persembahan. Pembukaan disaksikan Perwakilan Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatera Barat, jajaran Pemkab Pasaman Barat, Dinas Pariwisata, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), tokoh masyarakat, dan insan pers.

Mewakili Bupati Pasaman Barat, Kepala Dinas Pariwisata Afrizal memberikan apresiasi tinggi.

“Ini adalah jalan terbaik menjaga identitas kita. Festival ini tidak hanya melestarikan warisan, tapi juga menjadi wajah promosi budaya Pasaman Barat sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Pemerintah berkomitmen terus mendukung kegiatan bernilai luhur seperti ini,” terangnya.

Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyerahkan sertifikat apresiasi kepada Pemkab Pasaman Barat, Dinas Pariwisata, dan seluruh pelaku seni yang telah berjuang menjaga warisan ini.

Di tengah arus modernisasi, suara dentuman Gandang Lasuang kembali berkumandang. Tradisi yang dulu mengiringi keseharian perempuan Minang kini hadir lebih segar dan membanggakan generasi penerus.

“Ini adalah budaya kita, identitas kita. Mari kita rawat, agar terus dinikmati dan dibanggakan oleh anak cucu kita kelak,” pungkas Reza Mashendra.

 

 

 

Reporter ; Jeni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *