NEWSCAKRAWALA.ID — Halaman Pondok Pesantren Gedangan, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Senin 17 Agustus 2026 pagi dipadati santri.
Mereka berkumpul untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan cara yang sederhana namun penuh makna.
Tidak ada seragam putih merah atau atribut Paskibraka. Yang terlihat justru deretan santri dengan sarung warna-warni, baju koko putih, dan peci hitam. Itulah pakaian yang mereka pilih saat mengikuti upacara bendera.
Upacara dimulai tepat waktu. Meski tanpa alas kaki sepatu dan tanpa seragam formal, jalannya prosesi tetap tertib. Penghormatan, pengibaran sang saka Merah Putih, hingga pembacaan UUD 1945 berlangsung khidmat.
Penggunaan sarung dalam momen kenegaraan ini sengaja dipilih. Menurut pengurus ponpes, sarung adalah identitas yang sudah mengakar sejak dulu. Dulu para kiai dan santri juga berjuang melawan penjajah dengan sarung melingkar di badan.
“Ini cara kami mengajarkan anak-anak bahwa menghargai bangsa bisa dimulai dari menghargai diri sendiri dan tradisi yang kita punya,” kata perwakilan pengasuh.
Setelah upacara, semangat itu dikumandangkan. Satu suara santri menggema:”Tak malu, tak gengsi pakai sarung. Santri Gedangan bangga untuk Indonesia!”
Bagi Ponpes Gedangan, upacara kali ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah cara membuktikan bahwa nasionalisme dan tradisi bisa jalan beriringan.
Di usia kemerdekaan ke-81, para santri ingin menyampaikan: mencintai Indonesia tidak harus meninggalkan ciri khas. Justru dengan menjaga akar budaya, rasa cinta tanah air akan semakin kuat.
Dirgahayu RI ke-81 Nusantara Baru, Indonesia Maju.
Penulis : Sal












