Budaya  

Madura Mengguncang Indonesia! Sambut Hari Jadi ke-496, PPBI Pamekasan Tantang 800 Master Bonsai Nasional di Kontes Terakbar Sepanjang Sejarah Madura

NEWSCAKRAWALA.ID – Indonesia harus siap menoleh ke Madura.

Tepat di usia Kabupaten Pamekasan yang ke-496 tahun, sebuah gebrakan besar akan mengguncang dunia perbonsaian nasional. Perkumpulan Persatuan Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Pamekasan resmi menantang 800 master bonsai terbaik dari seluruh Indonesia untuk datang dan bertarung di tanah Madura, Senin (28/9).

Tantangan itu dikemas dalam sebuah event kolosal: Kontes dan Pameran Bonsai Nasional Terakbar Sepanjang Sejarah Madura, yang akan berlangsung selama 9 hari, mulai 28 September hingga 6 Oktober 2026.

Wakil Ketua Panitia, Firdaus Andriansyah menegaskan,ini adalah momentum pembuktian.

“Selama ini orang tahunya Madura itu hanya karapan sapi dan garam. Di usia Pamekasan yang ke-496 ini, kami ingin Madura mengguncang Indonesia dengan karya seni. Kami tantang 800 master bonsai nasional untuk datang ke Pamekasan!” tegas Firdaus dengan nada penuh semangat.

Jadwal Perang Bintang Dimulai Hari Ini

Firdaus merinci, perang bintang ini sudah dimulai hari ini.

“Tanggal 28 sampai 29 September ini adalah hari pendaftaran dan penerimaan peserta. Pohon-pohon dari Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan seluruh Jawa Timur mulai masuk ke Pamekasan,” jelasnya.

Setelah semua amunisi terkumpul, maka akan memasuki fase paling krusial dan menegangkan.

“Tanggal 30 September sampai 2 Oktober adalah proses penilaian. Ini yang paling sakral. Juri nasional akan bekerja. Tidak ada yang bisa titip, semua murni kualitas pohon,” tambahnya.

Puncak ledakannya akan terjadi pada tanggal 3 Oktober. Pada hari itu, Bupati Pamekasan beserta seluruh jajaran Forkopimda dijadwalkan akan hadir langsung untuk membuka acara secara resmi dan terbuka untuk umum.

“Itu akan jadi hari pembuktian, apakah bonsai Madura mampu bersaing dengan bonsai-bonsai bintang nasional,” kata Firdaus.

Bukan Sekadar Kontes, Ini Soal Ekonomi dan Marwah

Menurut Firdaus, mendatangkan 800 peserta dari luar daerah bukan perkara mudah, tapi dampaknya akan sangat besar bagi Pamekasan.

“Bayangkan, 800 orang itu datang ke Pamekasan. Mereka menginap di hotel kita, mereka makan di warung kita, mereka beli batik dan oleh-oleh kita. Perputaran ekonominya pasti luar biasa. Ini kado terbaik PPBI untuk Hari Jadi Pamekasan ke-496,” ungkapnya.

Lebih dari itu, ia ingin event ini menjadi warisan.

“Tujuan kami adalah memperkenalkan kebudayaan dan tradisi Pamekasan. Kami ingin teman-teman dari seluruh Indonesia yang datang itu pulang dengan cerita, bahwa Pamekasan itu indah, kaya seni, kaya kuliner, dan masyarakatnya ramah. Kami ingin Pemkab menjadikan ini agenda rutin tahunan,” harapnya.

Di usia ke-496, Pamekasan tidak lagi ingin hanya menjadi penonton. Dengan tantangan kepada 800 master bonsai nasional, Pamekasan kini resmi mengguncang Indonesia.

 

PENULIS : ARIL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *