Bisnis  

Dinas Koperasi UMKM dan Naker Pamekasan Cetak Puluhan Peserta Terampil, Gelombang Kedua Pelatihan Gratis Dibuka

NEWSCAKRAWALA.ID – Upaya sistematis Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan melahirkan wirausaha baru mulai membuahkan hasil nyata.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM Naker) Kabupaten Pamekasan mencatat, sebanyak 64 warga telah terjaring dan saat ini aktif mengikuti pembinaan pada Program Pelatihan Keterampilan Kerja Angkatan I Tahun 2026.

Capaian tersebut tidak membuat dinas berhenti. Justru, sebagai tindak lanjut atas tingginya antusiasme masyarakat, Diskop UKM Naker memastikan program serupa akan kembali digulirkan pada gelombang kedua dengan empat kejuruan prioritas yang dibuka secara gratis untuk masyarakat umum, Kamis 24 September 2026.

Empat kejuruan yang menjadi fokus pada gelombang kedua adalah

Pembuatan Roti dan Kue (14 hari),

Rias Pengantin Muslim Modifikasi (18 hari),

Menjahit dengan Mesin Lockstitch (28 hari), dan

Teknik Perawatan AC Residential (18 hari).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Kerja pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pamekasan, Ika Yuli Priyanthi, SE.

Ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (24/9/2026) siang, bersama staf pelaksana Sri Agustanti, Ika menjelaskan bahwa proses pembinaan angkatan pertama sudah berjalan sesuai jadwal.

Ada 64 Peserta Tersebar Merata di Seluruh Kecamatan

Ika merinci, 64 peserta pada angkatan pertama tersebut dibagi ke dalam empat kelompok belajar. Masing-masing kelompok terdiri dari 16 orang peserta agar proses pembelajaran lebih intensif dan instruktur dapat fokus melakukan pendampingan.

Menariknya, asal-usul peserta tidak hanya didominasi oleh warga kota. Peserta datang dari berbagai penjuru Kabupaten Pamekasan. Mulai dari wilayah utara seperti Kecamatan Proppo, wilayah selatan seperti Palengaan, hingga wilayah barat seperti Larangan dan beberapa kecamatan lainnya.

“Kita bagi per kelas 16 orang, jadi total 64 orang untuk angkatan pertama ini sudah berjalan. Pesertanya merata, ada dari Proppo, Palengaan, Larangan, sudah terekap semua,” ujar Ika Yuli Priyanthi, SE.

Sistem Gelombang dan Paket Kelas Lebih Banyak

Untuk gelombang kedua, Ika menyebut bahwa saat ini pihaknya masih membuka tahapan pendaftaran yang nantinya akan dilanjutkan dengan proses seleksi untuk menjaring peserta yang benar-benar membutuhkan peningkatan keterampilan.

Ia juga menegaskan bahwa jumlah kelas yang disiapkan oleh Diskop UKM Naker sebenarnya jauh lebih banyak dari yang dibuka saat ini. Sebagai contoh, untuk kejuruan Tata Boga saja tersedia enam paket kelas, begitu juga dengan Tata Rias yang memiliki banyak paket turunan.

Oleh karena itu, agar kualitas pembelajaran tetap terjaga, pelaksanaan pelatihan tidak akan dilakukan secara serentak dalam satu hari.

“Untuk pelaksanaannya nanti kita lakukan secara bertahap, tidak berbarengan harinya, karena kita menyesuaikan dengan sarana, prasarana, dan ketersediaan ruangan. Tujuannya agar peserta lebih fokus,” jelasnya.

Sasar Warga Belum Terampil, Lulus Dibekali Sertifikat

Secara substansi, program pelatihan gratis ini dirancang untuk menjawab dua persoalan utama ketenagakerjaan, yaitu meningkatkan kompetensi warga yang belum memiliki keahlian dan mendorong lahirnya pelaku usaha mikro baru.

Ika menegaskan, target utama dari program ini adalah warga yang belum memiliki keterampilan agar setelah mengikuti pelatihan mampu mandiri secara ekonomi, baik untuk melamar pekerjaan maupun membuka usaha sendiri di rumah.

“Kita ingin mereka yang awalnya belum punya kompetensi bisa kita kembangkan. Setelah lulus, mereka tidak hanya bisa secara skill, tapi juga kita bekali sertifikat kompetensi sebagai modal untuk bekerja atau berwirausaha,” tuturnya.

Untuk menjaga mutu lulusan, Diskop UKM Naker menggandeng para instruktur yang telah profesional dan berpengalaman di bidangnya. Salah satunya untuk kejuruan Tata Rias Pengantin, pihaknya mempercayakan kepada instruktur senior asal Pamekasan, Pak Munif.

Gratis 100 Persen, Tanpa Dipungut Biaya

Hal yang paling menarik dari program ini adalah seluruh pembiayaan pelatihan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah melalui APBD. Mulai dari peralatan praktik, bahan baku, modul pembelajaran, hingga penggunaan ruang workshop telah disiapkan oleh dinas.

Masyarakat yang lolos seleksi tidak perlu mengeluarkan biaya apapun.

“Peserta tinggal datang saja, semua kebutuhan sudah kita siapkan. Jadi ini benar-benar pelatihan gratis. Hanya untuk praktik, peserta kita minta membawa model secara bergantian dengan sistem gotong royong antar peserta,” pungkas Ika Yuli Priyanthi, SE.

Dengan skema pelatihan yang gratis, bertahap, dan berbasis kebutuhan pasar ini, Diskop UKM Naker Kabupaten Pamekasan optimis akan mampu mencetak angkatan kerja yang terampil, berdaya saing, dan pada akhirnya mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan serta menekan angka pengangguran di Kabupaten Pamekasan.

 

 

 

PENULIS : ARIL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *