NEWSCAKRAWALA.ID — Partai Buruh angkat bicara keras. Di tengah desakan ekonomi dan kualitas pendidikan yang belum merata, Partai Buruh mendesak pemerintah untuk bersikap transparan dan tidak menunda-nunda dalam mengeksekusi anggaran negara, khususnya untuk pendidikan dan program kesejahteraan rakyat.
“Uang rakyat harus kembali ke rakyat. Jangan sampai anggaran 20% untuk pendidikan hanya jadi angka di atas kertas,” tegas Partai Buruh dalam siaran persnya, Selasa (8/9/2026).
Partai Buruh mendesak pemerintah pusat dan daerah agar transparan dan akuntabel dalam mengelola anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN.
Menurut Partai Buruh, dana raksasa itu wajib hukumnya menyentuh langsung 3 hal:
Mutu pendidikan, Fasilitas sekolah, dan Kesejahteraan guru serta tenaga kependidikan.
“Jangan sampai anggaran pendidikan tersedot untuk kegiatan seremonial, proyek titipan, atau instansi eksternal yang tidak berdampak langsung pada anak didik kita,” kritik Partai Buruh.
Selain pendidikan, Partai Buruh juga menyoroti lambatnya realisasi program-program sosial dan bantuan pendidikan.
Bagi Partai Buruh, keterlambatan distribusi bantuan bukan sekadar masalah administrasi. Ini menyangkut masa depan anak-anak bangsa dan beban hidup keluarga pekerja/buruh yang sudah menipis.
“Ketepatan waktu dan ketepatan sasaran adalah nyawa dari sebuah kebijakan. Jangan sampai bantuan datang saat anak sudah putus sekolah atau keluarga sudah terlanjur terlilit utang,” tegasnya.
Sebagai partai politik yang lahir dari rahim gerakan buruh, Partai Buruh berkomitmen penuh untuk mengawal setiap rupiah anggaran negara.
“Kami akan mengawasi. Kami akan mengevaluasi. Kami akan memastikan dana rakyat benar-benar digunakan untuk memenuhi hak dasar rakyat: Pendidikan layak, Kesehatan terjangkau, dan Lapangan kerja yang manusiawi,” pungkas Partai Buruh.
Melalui rilis ini, Partai Buruh meminta seluruh kementerian dan lembaga pemerintah segera melakukan evaluasi total dan mengoptimalkan penyerapan anggaran. Tujuannya satu: Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penulis : SW












