NEWSCAKRAWALA.ID – Jarak bukan penghalang. Kesibukan bukan alasan. Nur Ahmadi membuktikannya.
Advokat asal Sampang itu resmi menyandang gelar Magister Hukum dari Universitas Madura atau UNIRA dengan predikat Cumlaude sempurna: IPK 4,00.
Ia juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik pertama dalam sejarah Program Magister Hukum UNIRA, Sabtu 22 Agustus 2026.
Gelar itu diraihnya bukan dengan jalan mudah. Setiap pekan, Ahmadi harus menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 180 kilometer dari rumahnya di Dusun Tlagah Timur, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Sampang, menuju kampus UNIRA di Pamekasan.
“Sebelum subuh saya sudah berangkat. Kalau nunggu terang, takut kejebak macet pasar di tiap kecamatan,” ujar Ahmadi usai prosesi yudisium di UNIRA.
Di usianya yang ke-45, Ahmadi tidak hanya berstatus mahasiswa. Ia juga seorang advokat yang aktif menangani perkara dan ayah dari tiga anak.
Membagi waktu antara persidangan, kuliah Jumat-Sabtu-Minggu, dan tanggung jawab keluarga menjadi rutinitasnya selama 2 tahun.
“Bagi saya, kuliah ini untuk memperdalam ilmu hukum yang saya pakai di lapangan. Tekad sudah bulat, harus serius. Tentu tidak lepas dari doa dan dukungan istri, orang tua, serta keluarga,” katanya, Sabtu 22 Agustus 2026.
Meski meraih IPK sempurna, Ahmadi mengaku tidak pernah menjadikan predikat lulusan terbaik sebagai target.
“Yang saya kejar itu ilmunya. Harus benar-benar paham dan mendalam. Soal nilai terbaik, itu bonus,” ujarnya.
Dekan Fakultas Hukum UNIRA, Nadir, mengapresiasi capaian mahasiswanya. Menurutnya, IPK 4,00 yang diraih Ahmadi merupakan yang pertama sejak Magister Hukum Unira berdiri.
“Pak Ahmadi mahasiswa yang sangat tekun. Dari tugas, UTS, sampai UAS semua dijalani dengan maksimal. Bahkan beliau juga ikut kuliah di konsentrasi lain, Hukum Pemerintahan, padahal konsentrasi utamanya Hukum Pidana dan Sistem Peradilan. Itu bentuk semangat belajarnya,” jelas Nadir.
Di akhir yudisium, Ahmadi menitipkan pesan untuk generasi muda.
“Jangan batasi mimpi karena sibuk atau keadaan. Siapa pun Anda, kalau mau berusaha dan berdoa, insya Allah pasti ada jalannya,” pungkas pria kelahiran Sampang, 5 Maret 1981 itu.
Penulis : Aril












