Pergerakan Pemuda Pasaman Barat Dukung Penerapan E-Voting di Pilwaba 2026 Dengan Catatan 

KETERANGAN FOTO: Ketua Umum Pergerakan Pemuda Pasaman Barat, Almaizet Putra, http://S.Pd., saat menyampaikan dukungan terhadap rencana penerapan e-voting dalam Pilwana Serentak 2026 di Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (20/8/2026).

NEWSCAKRAWALA.ID – Ketua Umum Pergerakan Pemuda Pasaman Barat, Almaizet Putra, http://S.Pd., menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penerapan sistem electronic voting atau e-voting dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026.

Dukungan tersebut disampaikan pada Kamis 20 Agustus 2026 sebagai dorongan agar demokrasi di tingkat nagari sejalan dengan perkembangan teknologi, serta menciptakan proses pemilihan yang lebih efektif, transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.

Menurut Almaizet, e-voting merupakan alternatif strategis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pilwana. Sistem manual selama ini dinilai memakan waktu, biaya, dan tenaga yang tidak sedikit dalam proses pemungutan dan penghitungan suara.

“Kami mendukung adanya inovasi dalam pelaksanaan Pilwana. Sistem e-voting dapat menjadi pilihan untuk menciptakan proses pemilihan yang lebih modern, transparan, dan efisien. Tentunya dengan tetap mengutamakan keamanan, kerahasiaan pilihan masyarakat, serta kesiapan teknis,” tegas Almaizet Putra.

Meski mendukung, Pergerakan Pemuda Pasaman Barat menekankan penerapan e-voting tidak boleh terburu-buru. Pemerintah daerah bersama penyelenggara wajib memastikan sejumlah hal krusial sebelum sistem diterapkan secara luas:

1. Ketersediaan infrastruktur yang memadai di seluruh nagari

2. Keamanan sistem dan jaminan kerahasiaan suara pemilih

3. Pendataan pemilih yang akurat dan mutakhir

4. Sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat terkait tata cara penggunaan

5. Mekanisme pengawasan dan penanganan kendala teknis yang cepat dan transparan

“Yang terpenting bukan hanya perubahan dari manual ke digital, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar menjamin Pilwana yang jujur, adil, transparan, dan dapat dipercaya masyarakat,” ujar Almaizet.

Ia juga mendesak agar masyarakat, khususnya pemilih yang belum terbiasa dengan teknologi, diberikan pemahaman yang cukup agar dapat menggunakan hak pilihnya dengan mudah dan tanpa kebingungan.

Pergerakan Pemuda Pasaman Barat berharap Pemkab Pasaman Barat mengkaji penerapan e-voting secara serius dan komprehensif. Proses kajian dan persiapan harus melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemuda, tokoh adat, tokoh masyarakat, akademisi, hingga pihak terkait lainnya.

Hal itu agar sistem yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata masyarakat nagari di Pasaman Barat.

 

 

Reporter Jeni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *