Dinilai Tak Transparan, Proyek Koperasi Desa Merah Putih di Sampang Dipersoalkan MCS

Foto :Pintu harmonika merah masih tertutup rapat di gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kelurahan Dalpenang, Sampang. Gedung ini bagian dari proyek KDMP yang tengah dipertanyakan MCS terkait fungsi dan transparansi pengelolaannya. Senin (11/5/2026).

NEWSCAKRAWALA.ID – Proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sampang menuai sorotan. Proyek yang berada di bawah koordinasi Komando Distrik Militer (Kodim) 0828 Sampang itu dinilai minim transparansi.

Menanggapi hal tersebut, Media Center Sampang (MCS) menggelar rapat koordinasi darurat, Senin (11/5/2026) sore.

Dalam rapat itu, MCS menyoroti sejumlah kejanggalan terkait tata kelola proyek KDMP.

Ketua MCS, Fathor Rahman, S.Sos., mengatakan ada tiga poin krusial yang menjadi perhatian. Pertama, adanya dugaan ketidaksesuaian antara total anggaran dengan realisasi fisik di lapangan. Perbedaan besaran dana di tiap titik pembangunan tanpa alasan yang jelas menimbulkan pertanyaan publik.

“Dokumen Rencana Anggaran Belanja (RAB) tidak terbuka untuk publik. Ini rawan menimbulkan kecurigaan,” ujar Fathor Rahman yang akrab disapa Mamang.

Kedua, gedung-gedung KDMP yang sudah selesai dibangun belum beroperasi. Padahal, proyek ini dikoordinasikan langsung oleh jajaran Koramil.

“Secara fungsi, proyek ini belum berjalan sesuai janji awal,” tambahnya.

Mamang menegaskan, masyarakat membutuhkan transparansi, bukan sekadar penjelasan.

“Keterlibatan institusi dalam pembangunan jangan sampai menghalangi pengawasan publik,” katanya.

Upaya MCS untuk meminta klarifikasi melalui audiensi belum terpenuhi. Kodim 0828 Sampang melalui surat nomor B/174/V/2026 menyampaikan belum dapat memenuhi permintaan tersebut.

Dandim 0828 Sampang, Letkol Inf. Dika Catur Yanuar Anwar, S.T., beralasan pihaknya sedang fokus mempersiapkan kunjungan Pangdam V/Brawijaya untuk meninjau Brigade Teritorial Pembangunan (BTP).

Sekretaris MCS, Yevoe Dridaryanto, S.E., mengatakan penundaan ini tidak akan menghentikan langkah MCS. Ia menilai, kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI dipertaruhkan jika polemik KDMP tidak segera dijelaskan.

“Kami menghargai agenda internal TNI. Namun, hak publik atas informasi tidak bisa terus dikesampingkan. Transparansi KDMP penting demi menjaga marwah institusi dan kepentingan masyarakat,” ujar Yevoe.

Publik kini menunggu langkah Kodim 0828 Sampang usai kunjungan Pangdam V/Brawijaya. Apakah akan ada penjelasan terbuka terkait proyek KDMP atau tidak.

 

 

 

Reporter  : Sal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *