Partisipasi PAUD dan Kualitas Pendidik Harus Ditingkatkan

Foto : Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi menilai capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD sebesar 96,84 persen pada tahun 2025. Kamis (9/5)

NEWSCAKRAWALA.IDTanjung Redeb

Capaian Dinas Pendidikan (Disdik) Berau dalam angka partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang cukup tinggi, harus terus didukung. Tak hanya itu, kualitas tenaga pendidiknya pun juga harus dicover.

Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi menilai capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD sebesar 96,84 persen pada tahun 2025 menunjukkan kemajuan, namun masih menjadi catatan penting karena belum memenuhi target pembangunan daerah.

“Ini artinya masih ada anak-anak usia dini yang belum tersentuh layanan pendidikan prasekolah. Ini perlu adanya pendataan yang pasti agar semuanya bisa tercover,” ucapnya.

Frans meminta pemerintah harus serius melihat persoalan ini, sebab PAUD merupakan fondasi awal dalam membentuk karakter dan kesiapan anak sebelum masuk jenjang sekolah dasar.

Dirinya menyoroti masih banyaknya guru PAUD di Berau yang belum memenuhi kualifikasi akademik minimal D4 atau S1. Kondisi tersebut harus segera diatasi melalui program peningkatan kompetensi, beasiswa pendidikan lanjutan hingga pelatihan berkelanjutan.

“Kalau ingin kualitas PAUD meningkat, maka gurunya harus diperkuat terlebih dahulu. Jangan sampai tenaga pendidik dibebani tugas besar, tetapi dukungan peningkatan kapasitasnya minim,” katanya.

Selain itu, ia juga menyinggung jumlah lembaga PAUD swasta di Berau yang jumlahnya jauh lebih banyak dibanding sekolah negeri. Dari total 242 satuan prasekolah di Berau, tercatat hanya 15 TK yang berstatus negeri, sementara sisanya dikelola oleh pihak swasta.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu hadir memberikan perhatian yang seimbang, baik kepada PAUD negeri maupun swasta.

“Sebagian besar layanan PAUD ditopang swasta. Maka jangan ada kesenjangan perhatian, baik dari sisi bantuan sarana, pembinaan guru, maupun dukungan operasional,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah menyampaikan akan melakukan verifikasi dan validasi data tenaga pendidik melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Langkah itu dilakukan untuk menentukan prioritas peserta program peningkatan kompetensi guru PAUD. (Adv).

 

 

Reporter : SW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *