NEWSCAKRAWALA.ID – Tanjung Redeb Makin maraknya pengungkapan kasus penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Berau, menjadi warning tak hanya bagi aparat melainkan juga Pemkab Berau. Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman pun meminta pemerintah daerah bisa lebih cepat bergerak dalam hal ini.
Semakin terbukanya Berau sebagai pintu keluar masuk jaringan Narkotika ini, justru menjadi tamparan keras. Terlebih, di beberapa kasus yang terungkap, Berau bukan hanya sekadar jadi lokasi peredaran, melainkan juga menjadi wilayah sindikat suplai dan transit barang haram tersebut.
“Keberhasilan pengungkapan kasus itu justru menjadi peringatan serius lemahnya pertahanan wilayah kita tentang ancaman Narkotika,” ungkap Rahman beberapa waktu lalu.
Berau, dikatakannya membutuhkan sistem pertahanan sosial dan kelembagaan yang lebih terstruktur. Salah satunya dengan percepatan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).
“Lembaga ini bisa jadi benteng pencegah peredaran barang haram ini. BNNK bukan hanya sekadar institusi tetapi representasi kehadiran negara secara khusus diberi mandat pencegahan, pemberantasan dan edukasi Narkotika di tingkat daerah,” ujarnya.
Terlebih, dengan kondisi geografis Berau yang memiliki akses lengkap mulai dari sungai, darat dan laut, tentu menjadi sasaran empuk masuknya jaringan edaran Narkotika.
“BNNK bisa membuat program yang lebih terarah dan langsung menyentuh kelompok rawan. Pemkab harus gerak cepat dalam hal ini,” tutupnya.
Tanpa lembaga khusus yang bekerja fokus dan sistematis, upaya menekan angka penyalahgunaan Narkotika akan sulit mencapai hasil maksimal. (Adv)
Reporter:SW












