Cirebon – newscakrawala Grand Opening Program Teaching Factory skema kolaborasi antara SMK, dunia usaha, industri dan atau SMK lain nya berlangsung pada hari Senin 12/01/2026.
Tujuan dari pada grand opening ini untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK Al-Musyawirin melalui pembelajaran berbasis produksi.
Program ini dirancang untuk menciptakan lingkungan praktik yang berstandar industri, mengembangkan produk/jasa bernilai jual sekaligus membekali siswa dengan keterampilan teknis (hard skills) dan non teknis ( soft skills ) yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Kepala Sekolah SMK Al-Musyawirin H. Ma’arif, SH pada awak media mengatakan, kegiatan grand opening ini digelar menjadi prioritas program untuk mengembangkan pembelajaran siswa di bidang dunia usaha dan dunia industri Teaching Factory.
” Artinya dengan grand opening ini merupakan prioritas program dengan harapan yang sudah ada dalam sekolah kejuruan membuka Teaching Factorydi itu prioritas SMK Al-Musyawirin.,” kata kepsek
Ia melanjutkan, untuk saat ini pengelolanya masih dari siswa kami tapi pangsa pasarnya dunia industrinya untuk umum karena kalau di dalam BC Bisnis Central itu kami miliki hanya untuk lingkungan kalau Teaching Factory sifatnya umum.
” Melalui penerapan teaching factory secara optimal di SMK diharapkan mampu mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai karakteristik kebutuhan dunia industri. Karena, melalui model teaching factory, peserta didik tidak hanya sekadar belajar menguasai sebuah kompetensi, tetapi juga dapat menghasilkan keuntungan dari penjualan produk/jasa dari kegiatan praktik pada unit produksi tertentu,” urainya H. Ma’arif.
Dan, program teaching factory yang ada di SMK Al-Musyawirin jika dikelola dengan baik dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan SMK, baik dari sisi peningkatan kompetensi lulusan maupun sebagai strategi pendanaan di SMK Al-Musyawirin,tambahnya.
Dari hasil evaluasi pelaksanaan, Kepsek H. Ma’arif teaching factory selain memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu lulusan, juga berkontribusi terhadap penyediaan dana operasional sekolah.
Dengan program prioritas ini sudah banyak sekolah yang memperoleh manfaat dari keberadaan teaching factory dalam mendukung pembiayaan operasional sekolah, meskipun saat ini kontribusi terhadap biaya opersional sekolah masih kecil. Namun, ke depan teaching factory di SMK Al-Musyawirin sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi model strategi pembiayaan,ungkapnya menambahkan.
“Sasaran utama program ini adalah SMK yang telah memiliki akreditasi minimal B, kerja sama dengan industri, dan fasilitas produksi memadai. Persyaratan khusus meliputi kepemilikan lahan, rencana bisnis kolaboratif, dan grand design Business Model Canvas (BMC). Kegiatan mencakup pengembangan pembelajaran berbasis proyek, penguatan kemitraan, pengadaan sarana produksi, serta pemasaran dan evaluasi produk,”tuturnya.
Hasil yang diharapkan meliputi terciptanya kurikulum berbasis Teaching Factory, peningkatan kompetensi siswa, produk/jasa yang dapat diserap pasar, dan lingkungan praktik berstandar industri. Program ini juga mendorong sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia kerja untuk menciptakan lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Pungkasnya.
Pewarta :Bung Arya












