Tak Lupakan Jasa Para Sesepuh: Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto Sambangi Purnawirawan dan Warakawuri, Wujud Penghormatan HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

Foto: Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. menggenggam erat tangan Kompol (Purn) Husni saat anjangsana ke kediamannya di Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Sabtu 20 Juni 2026. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

NEWSCAKRAWALA .ID – Para purnawirawan dan warakawuri adalah guru terbaik kami. Dari beliau kami belajar arti pengabdian tanpa pamrih. Kalimat itu keluar dari Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. saat pertama kali melangkah ke teras rumah salah satu sesepuh Polri di Kabupaten Pasaman Barat.

Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Di usia ke-80, Korps Bhayangkara memilih merayakan dengan cara yang paling manusiawi: pulang ke rumah para guru.

Anjangsana ini menjadi rangkaian utama HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang digagas Polres Pasaman Barat, Senin 22 Juni 2026.

AKBP Agung hadir bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat Ny. Panca Agung, para Pejabat Utama, dan pengurus Bhayangkari. Rombongan bergerak dari satu kediaman ke kediaman lain. Tujuannya satu: memastikan silaturahmi tidak putus meski masa aktif telah usai.

Langkah pertama rombongan singgah di Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo. Di sana Kompol (Purn) Husni menyambut dengan senyum dan cerita lama tentang tugas-tugas berat di masa mudanya. Sorot matanya berbinar saat mengenang pengabdian puluhan tahun silam.

Perjalanan berlanjut ke Simpang Empat, Kecamatan Pasaman. Aiptu (Purn) Syafrudin menerima rombongan dengan hangat. Bagi personel muda yang ikut, ini ruang belajar hidup. Mereka mendengar langsung bagaimana loyalitas diuji di lapangan, bukan dari buku.

Di Batang Lingkin dan Jorong Pasaman Baru, Nagari Lingkuang Aur, rombongan disambut Ibu Ramuna Satiar dan Ibu Yarnani Syafnir, para warakawuri. Kehadiran mereka mengingatkan bahwa pengorbanan Polri juga ditanggung oleh keluarga. Doa dan kesetiaan istri adalah benteng tak terlihat di balik seragam.

Suasana setiap pertemuan selalu sama: haru, tawa, dan nasihat. Para sesepuh tak segan berbagi pengalaman.

“Dulu kami tidak punya fasilitas secanggih sekarang. Tapi kami punya satu hal: hati yang mau mengabdi,” tutur salah satu purnawirawan. Kalimat itu diamini seluruh personel muda.

Selain bersilaturahmi, Kapolres dan Ketua Bhayangkari juga mengecek kondisi kesehatan para sesepuh. Mereka duduk, mendengarkan keluhan, dan mencatat kebutuhan. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa perhatian Polri tidak berhenti ketika seseorang melepas pangkatnya.

Sebagai wujud kepedulian, bantuan sosial berupa paket sembako dan bingkisan diserahkan langsung. Tidak mewah, tapi sarat makna. Penerima menitikkan air mata karena merasa tetap dianggap bagian dari keluarga besar Polri, bukan dilupakan.

AKBP Agung menegaskan makna HUT ke-80 tahun ini.

“Polri yang Presisi dimulai dari rumah kita sendiri. Kalau ikatan batin dengan para sesepuh kuat, maka pengabdian kepada masyarakat akan semakin tulus dan ikhlas,” tegasnya di sela kunjungan.

Peringatan ini, lanjutnya, adalah pengingat bagi seluruh personel aktif. Semangat perjuangan, disiplin, dan dedikasi para pendahulu harus diwarisi. Mereka adalah fondasi tempat Polri hari ini berpijak dan melangkah lebih jauh.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan seluruh keluarga besar Polri. Anjangsana ini menorehkan pesan kuat: di usia 80 tahun, Bhayangkara tetap menjaga tradisi mulia—menghormati jasa, merawat silaturahmi, dan melanjutkan pengabdian untuk negeri.

 

 

 

Reporter:  Jeni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *