Sosial  

Door to Door di Dusun Bringkoning, Pemdes Tlagah Banyuates Hadir untuk Lansia dan Warga Rentan Ekonomi

NEWSCAKRAWALA.ID – Di saat banyak bantuan sosial hanya disalurkan secara simbolis di balai desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang memilih cara yang berbeda. Mereka turun langsung ke gang-gang sempit, menyusuri rumah demi rumah warga untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan yang paling membutuhkan.

Aksi kemanusiaan yang penuh empati itu digelar pada Kamis, 25 September 2026, di Dusun Bringkoning, Desa Tlagah. Dipimpin langsung oleh Sekretaris Desa Tlagah, Husein, S.Pd., bersama jajaran perangkat desa, rombongan bergerak dari pintu ke pintu dengan membawa paket sembako untuk warga kurang mampu.

Bukan warga mampu secara umum, sasaran utama yang disisir adalah kelompok rentan yang selama ini seringkali luput dari perhatian program bantuan. Yakni para lanjut usia (lansia) yang sudah tidak produktif, penyandang disabilitas, serta warga yang menderita penyakit kronis dan sakit menahun hingga tidak mampu lagi beraktivitas untuk mencari nafkah.

“Kami sengaja datang langsung, biar kami tahu kondisi riil warga kami. Jangan sampai bantuan salah sasaran. Yang paling rentan ini yang harus kita dahulukan,” ujar salah satu perangkat desa di sela kegiatan.

Potret Pilu Keluarga Bapak Emmo, 70 Tahun di Ujung Keterbatasan

Perjalanan door to door itu berhenti cukup lama di sebuah rumah sederhana milik Bapak Emmo (70 tahun), warga Dusun Bringkoning. Di rumah berdinding seadanya itulah, potret nyata kemiskinan dan ujian kesehatan itu terlihat jelas.

Di usianya yang sudah sangat sepuh, Bapak Emmo harus menyaksikan keluarganya berjuang dalam himpitan ekonomi yang berat. Anaknya, Humaidi, yang diharapkan menjadi tulang punggung keluarga, hingga kini belum memiliki pekerjaan tetap. Jangankan untuk biaya berobat, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun keluarga ini harus berjuang keras.

Cobaan keluarga ini semakin lengkap setelah adik Humaidi, Agus (20 tahun), jatuh sakit parah dan membutuhkan perawatan intensif. Keluarga sempat membawa Agus ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, ikhtiar itu terpaksa terhenti di tengah jalan.

Keterbatasan biaya pengobatan yang tidak sedikit, ditambah tidak adanya anggota keluarga yang bisa mendampingi secara penuh selama di rumah sakit karena harus bekerja serabutan, membuat perawatan Agus tidak berjalan maksimal. Agus kini hanya bisa terbaring lemah di rumah dengan perawatan seadanya.

Di tengah keputusasaan itulah, kehadiran rombongan Pemdes Tlagah menjadi oase harapan. Kedatangan Sekdes dan perangkatnya bukan hanya membawa bantuan materi, tetapi juga dukungan moril bahwa mereka tidak dilupakan oleh pemerintah desanya sendiri.

Ini Bukan Soal Sembako, Tapi Soal Kehadiran Negara

Sekretaris Desa Tlagah, Husein, S.Pd., menegaskan bahwa gerakan ini jauh melampaui sekadar program pembagian sembako. Ini adalah tentang kehadiran negara di level paling bawah, tentang tanggung jawab sosial dan panggilan kemanusiaan seorang aparatur desa.

Pihaknya ingin memastikan tidak ada lagi warganya yang merasa berjuang sendirian menghadapi kerasnya hidup.

“Tujuan utama dari pemberian sembako ini adalah untuk merangkul dan meringankan beban hidup keluarga yang berisiko tinggi terhadap kesulitan ekonomi. Sasaran utama kami adalah para lansia, warga dengan disabilitas, dan saudara-saudara kita yang mengalami sakit menahun. Kami ingin hadir langsung untuk memastikan mereka tidak merasa berjuang sendirian,” tegas Husein dengan nada haru di lokasi penyaluran.

Adapun paket bantuan yang disalurkan memang terlihat sederhana, namun sangat vital bagi kelangsungan hidup keluarga penerima. Paket tersebut berisi kebutuhan pokok harian, mulai dari beras, minyak goreng, telur ayam, hingga mie instan. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban dapur dan memenuhi kebutuhan nutrisi dasar keluarga selama beberapa hari ke depan.

Ajak Semua Elemen Gotong Royong

Pemdes Tlagah tidak ingin gerakan ini berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial sekali jalan. Lebih dari itu, aksi door to door ini diharapkan menjadi pemicu dan contoh bagi gerakan kepedulian sosial yang lebih masif dan berkelanjutan.

Husein mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat. Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna, pemuda, hingga para dermawan dan pengusaha di wilayah Kecamatan Banyuates dan Kabupaten Sampang secara umum.

Menurutnya, dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Madura, jangkauan bantuan kemanusiaan akan mampu menyentuh seluruh lapisan warga yang benar-benar membutuhkan secara merata, tepat sasaran, dan penuh keikhlasan tanpa pamrih.

“Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa menginspirasi yang lain. Tlagah harus kuat karena warganya saling peduli,” pungkasnya.

 

 

 

 

Penulis: Saladin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *