Newscakrawala.id || Maratua. Maratua Run 2025 sukses membangkitkan gairah ekonomi dan wisata, salah satu pulau eksotik di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Ratusan peserta mengikuti ajang olahraga internasional pertama yang digelar di salah satu pulau terluar Indonesia itu.
Tak terkecuali para pelari top dunia yang berasal dari sejumlah negara Afrika.
Ajang adu lari sejauh 5K dan 10K putra putri kategori nasional dan internasional itu pun disambut gembira warga Maratua. Mereka bersorak memberi semangat kepada para runner yang melintasi rumah-rumah mereka.
Kelas paling bergengsi pada ajang ini, 10K putra internasional menjadi milik pelari Kenya, William Nyarondia Morwabe.
Pemenang Copenhagen Marathon 2018 itu mencatat waktu tercepat 30:10,36 (30 menit dan 10,36 detik).
“Tentu saya sangat senang bisa juara di sini,” bangga William Nyarondia kepada beberapa wartawan, usai memenangi lomba, Sabtu 15 Februari 2025.
“Saya berlatih saat cuaca hangat dan hari ini juga hangat. Sebelum kejuaraan ini, Saya berlatih selama tiga bulan,” ungkap William Nyarondia.
Sebagai pelari yang sudah berkeliling Eropa dan Asia, William Nyarondia memuji keindahan dan keramahtamahan masyarakat Maratua.
“Maratua bagus sekali. Alamnya sangat bagus, hangat. Di Kenya, kami tidak punya pulau secantik ini,” jujur William.
“Mungkin kami punya satu, tapi sangat jauh. Tapi pulau ini luar biasa. Ini pertama kalinya saya berlari di Indonesia,” puji pelari bertubuh kurus dan berkulit gelap itu.
Bersama kawan-kawannya dari Kenya, William Nyarondia berharap ajang ini bisa kembali digelar tahun depan dan seterusnya.
“Semoga saja, kami bisa datang lagi. Ada banyak atlet yang akan ikut nanti dengan saya,” yakin William.
Maratua Run 2025 merupakan ajang internasional yang memadukan promosi pariwisata dan olahraga. Penggagasnya adalah Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dan Sekda Kaltim Sri Wahyuni. (adpimprovkaltim)












