berau  

BPN.W-ICI Kaltim Pertanyakan Kegiatan Galian Irigasi Berbentuk Parit Anggaran Miliyaran

Newscakrawala.id || KALTIM – BERAU – SAMBALIUNG – Pembangunan irigasi di kampung trans bangun kecamatan sambaliung yang mulai di kerjakan pada 30 oktober dan selesai pada 28 desember 2024 mendapat sorotan tajam di karenakan memakan anggaran yang cukup pantastis dan di duga pekerjaan nya tak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan dengan pagu sekitar Rp 4,677,000,000,00 Miliyar”

Saat tim melakukan monotoring [ minggu/26 januari 2025 ] kegiatan di lokasi tersebut tampak dilokasi kegiatan banyak sekali kenjanggalan,mulai memasuki lokasi kegiatan tim sudah disuguhi dengan jalan yang becek dan di pasangi ranting agar tak dilintasi kendaraan karna timbunan tergolong lembek,

memasuki lokasi kurang lebih 300 meter di area lokasi pembuatan irigasi terdapat 3 kandang pertenakan dan di situ di duga mulai awal pengerjaan pembangunan irigasi karna nampak tepat di depan perternakan di buatkan tiga jembatan gorong gorong yang di duga masuk dalam anggaran proyek tersebut”

Salah satu warga abdul mempertanyakan hal tersebut”apakah perencanaan nya seperti itu sedangkan sangat jelas anggaran yang tercantum adalah untuk pembangunan sistem irigasi dan kami juga binggung sistem irigasi ini seperti apa pekerjaan nya karna nampak pekerjaan ini seperti pembuatan parit pada umum nya hanya di gali menggunakan alat berat”ungkapnya

Mendengar hal tersebut sandri armand ketua Badan Pekerja Nasional Indonesia Corruption Investigation (BPN.W-ICI) Wilayah Kerja Kaltim angkat bicara terkait proyek pembangunan irigasi di wilayah trans bangun,

Menurut nya pembangunan tersebut sepertinya tidak tepat sasaran,sangat di sayangkan anggaran APBD yang cukup besar hanya di gunakan seperti itu,

Dengan anggaran RP 4.677.000.000.00 miliyar dengan metode pengerjaan yang hanya menggali menggunakan alat berat sepertinya terlalu tidak masuk akal dengan anggaran yang cukup besar”ungkapnya,

Saya sempat memantau kegiatan tersebut di pertengahan bulan desember 2024 saat melakukan kunjungan ke berau,banyak yang saya pertanyakan terkait kegiatan tersebut termasuk pemasangan tiga jembatan gorong gorong di depan kandang perternakan ayam tersebut,tapi tak ada jawaban dari pekerja karna tugas mereka hanya bekerja”

Sandri juga mengungkapkan terkait kwalitas pekerjaan tersebut,apakah itu sudah selesai seratus persen karna terdapat kondisi jalan yang masih belum bisa dilalui karna keadaan tanah becek hingga tak bisa di lewati,

Dan klau ini sudah di PHO kita patut pertanyakan juga teknis persyaratan pho yang benar”

Dari sumber beberapa teman media yang melakukan komfirmasi kepada pejabat pembuat komitmen [ PPK ] kegiatan tersebut yang bersangkutan saat berlangsungnya kegiatan sedang cuti [ pulang kampung ] di luar daerah,nah kita pertanyakan juga terkait terkait profesional pejabat yang harus nya stay di tempat sebelum rampung nya kegiatan tersebut”klau tidak ada klarifikasi dari yang bersangkutan dalam minggu ini akan saya surati kejati kaltim,”jangan main main dengan anggaran negara, ungkap sandri”

Dengan hasil monotoring dan liputan tim kami di lapangan saya selaku ketua Badan Pekerja Nasional Indonesia Corruption Investigation (BPN.W-ICI) wilayah Kerja kaltim siap akan melaporkan Ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan timur Mengenai Proyek pembangunan irigasi Yang nilai anggaran nya Rp.4.677.000.000.00 Miliyar Namun tidak Sesuai dengan harapan,”

Jadi pejabat pembuat komitmen (PPK) harus bertanggung jawab terhadap kegiatan proyek yang kami duga bermasalah di Kabupaten berau,saya selaku ketua wilayah badan pekerja nasional indonesia corruption investigation (BPN.W-ICI) segera akan melaporkan ke kejati kaltim atau ke Kejaksaan Agung ( Kejagung ) republik indonesia beberapa proyek yang diduga bermasalah di kabupaten berau,

Dan mengingat kepala dinas PUPR berau sudah berapa kali saya hubungin untuk mengkonfirmasi hal tersebut dan beberapa proyek temuan dilapangan lewat telpon seluler namun hp saya malah di blokir,” ujar nya (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *