NEWSCAKRAWALA.ID – Kebakaran lahan bambu terjadi di Dusun Tenjuy, Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Kamis (17/9/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi di titik koordinat Latitude -7.094835° dan Longitude 113.247878° tersebut diduga dipicu oleh kelalaian pemilik lahan yang membakar daun kering lalu meninggalkan api dalam keadaan menyala.
Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar setengah hektar lahan bambu milik Husni (54), warga Dusun Tenjuy, Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 18.35 WIB. Seorang warga yang melintas di sekitar lokasi melihat kobaran api yang cukup besar membakar area rumpun bambu milik korban. Melihat api semakin membesar dan dikhawatirkan merambat ke pemukiman warga, warga tersebut segera melaporkan kejadian itu kepada piket Koramil 0828/10 Kedungdung dan piket Polsek Kedungdung.
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas gabungan bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
“Pada pukul 18.40 WIB, anggota Koramil 10/Kedungdung bersama anggota Polsek Kedungdung dipimpin Serma Karnoto langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya, sebelum api semakin membesar dan melebar ke area perkampungan penduduk yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi,” ujar sumber di lapangan.
Upaya pemadaman berlangsung cukup dramatis mengingat kondisi lahan yang dipenuhi daun bambu kering dan hembusan angin yang cukup kencang di tengah musim kemarau. Pada pukul 18.55 WIB, warga masyarakat sekitar lokasi kebakaran berdatangan dan bahu-membahu bersama aparat TNI-Polri untuk memadamkan api yang masih menyala.
Berkat kesigapan dan kerja sama antara aparat Koramil, Polsek, dan warga masyarakat, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya.
“Pada pukul 19.10 WIB, api berhasil dipadamkan oleh anggota Koramil 10/Kedungdung bersama anggota Polsek Kedungdung dan warga masyarakat sekitar. Lima menit kemudian, pada pukul 19.15 WIB, seluruh rangkaian kegiatan pemadaman api di lahan bambu dinyatakan selesai dan situasi dinyatakan aman terkendali,” jelasnya.
Dari kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun kerugian materiil ditaksir cukup besar, yakni sekitar setengah hektar lahan bambu ludes terbakar.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Danramil 0828/10 Kedungdung Kapten Inf Andi Junaidi kepada awak media membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.
“Iya benar, tadi malam ada kebakaran lahan bambu di Moktesareh. Anggota kami bersama Polsek dan warga sudah padamkan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya lahan bambu saja. Kami sudah imbau pemilik lahan agar lebih hati-hati,” ujar Kapten Inf Andi Junaidi.
Penyebab dan Imbauan
Hasil pemeriksaan awal di lapangan menyebutkan bahwa penyebab kebakaran diduga kuat akibat aktivitas pembakaran daun-daun kering yang dilakukan oleh pemilik lahan sendiri dengan tujuan untuk membersihkan lahan agar mudah diolah saat memasuki musim penghujan nanti. Namun naas, setelah api dinyalakan, pemilik justru meninggalkan lokasi tanpa memastikan api benar-benar padam.
Pihak aparat keamanan setempat telah mengambil sejumlah langkah, di antaranya mendatangi dan mengamankan lokasi kebakaran, melakukan koordinasi dengan instansi terkait, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, melakukan penyisiran dan pemadaman di titik-titik api yang masih menyala, serta memberikan edukasi dan pemahaman kepada pemilik lahan dan masyarakat sekitar agar tidak melakukan pembakaran sembarangan di musim kemarau.
Pihak Koramil dan Polsek Kedungdung mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Sampang, khususnya para petani dan pemilik lahan, untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan pembakaran terbuka di malam hari. Di tengah musim kemarau, material kering sangat mudah terbakar dan api dapat dengan cepat membesar serta sulit dikendalikan.
Red












