NEWACAKRAWALA.ID– Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan menyapa langsung Warga Binaan Pemasyarakatan/WBP, Senin 31 Agustus 2026.
Dalam kegiatan sosialisasi itu, Kalapas Eries Sugianto, menegaskan 4 komitmen utama: Zero Narkoba, Zero HP Ilegal, Zero Kekerasan, dan Zero Pungli_.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih, dan berintegritas.
Dalam arahannya, Kalapas Eries Sugianto mengajak seluruh WBP untuk menaati tata tertib dan mengikuti setiap program pembinaan dengan sungguh-sungguh.
“Kami ingin Lapas Kuningan menjadi tempat pembinaan yang aman dan tertib. Jauhi narkoba, HP ilegal, kekerasan, serta segala bentuk pelanggaran. Ikuti pembinaan dengan baik karena setiap proses yang dijalani hari ini adalah bekal untuk kembali ke masyarakat,” tegas Kalapas Eries.
Ia menekankan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab petugas. WBP juga memiliki peran penting untuk saling mengingatkan dan menjaga lingkungan lapas.
Pada kesempatan yang sama, Kalapas Eries juga meluruskan terkait pelayanan di dalam lapas.
“Seluruh pelayanan dan pemenuhan hak Warga Binaan diberikan sesuai ketentuan dan tidak dipungut biaya. Jangan memberikan uang maupun imbalan kepada petugas dengan alasan apa pun,” ujarnya.
Kalapas Eries Sugianto membuka ruang pengaduan seluas-luasnya bagi WBP. Ia menjamin setiap laporan akan ditindaklanjuti.
“Jika ada petugas yang meminta uang, melakukan pungli, atau menjanjikan kemudahan dengan imbalan tertentu, segera laporkan. Jangan takut. Apabila terbukti, petugas yang bersangkutan akan kami tindak tegas sesuai ketentuan,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Kalapas Eries Sugianto mengulang pesan inti kepada seluruh WBP: taat aturan, ikuti pembinaan, dan jauhi pelanggaran.
“Mari bersama-sama kita wujudkan Lapas Kuningan yang AMAN, TERTIB, BERSIH, dan BERINTEGRITAS,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama antara petugas dan WBP dalam menciptakan Lapas Kuningan yang bebas dari gangguan keamanan dan ketertiban.
Reporter : Riyan












