Air Sumur Warga di Tambelangan Menghitam dan Berbusa, Diduga Terkait Operasional Dapur SPPG Rahmatan Lil Alamin Sampang 

KETERANGAN FOTO: Kondisi air sumur milik warga di sekitar Dapur SPPG Rahmatan Lil Alamin, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang yang berubah menjadi berbusa dan berwarna keruh. Warga mengeluhkan air tidak layak pakai sejak adanya operasional dapur tersebut, Selasa (11/8/2026).

 

NEWSCAKRAWALA.ID — Keluhan pencemaran air sumur muncul dari warga sekitar Dapur SPPG Rahmatan Lil Alamin di Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Dalam rekaman video yang diterima redaksi, warga memperlihatkan kondisi air sumur yang mengalami perubahan drastis. Air yang semula jernih kini berubah kehitaman, berbusa, dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Salah satu warga terdampak, Darwis ,mengaku resah dengan kondisi tersebut. Sumur miliknya telah digunakan selama kurang lebih 30 tahun untuk kebutuhan rumah tangga dan tidak pernah mengalami masalah.

“Selama sekitar 30 tahun sumur saya baik-baik saja. Tapi setelah ada Dapur tersebut, airnya berubah kehitaman dan berbusa. Untuk mencuci saja sudah tidak lagi nyaman, apalagi untuk mandi dan dikonsumsi, baunya sangat tidak enak,” ujar Darwis, dikutip dari media lokal Sampang, Selasa 11 Agustus 2026.

Akibat perubahan kualitas air itu, aktivitas sehari-hari warga terganggu. Darwis mengaku tidak lagi berani menggunakan air sumur sehingga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan.

“Saya akhirnya harus membeli air tangki sendiri karena air sumur sudah tidak bisa digunakan seperti sebelumnya,” keluhnya.

Keluhan warga sebelumnya telah dibahas secara kekeluargaan. Pertemuan antara warga dengan pihak mitra SPPG Rahmatan Lil Alamin digelar pada 6 Agustus 2026.

Dalam pertemuan yang disaksikan warga dan Intel Koramil Tambelangan itu, pihak mitra SPPG disebut menyampaikan kesediaan untuk bertanggung jawab apabila terdapat warga yang mengalami kerugian.

Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut konkret. Warga pun berharap persoalan ini tidak berhenti pada forum mediasi.

“Kami minta ada pemeriksaan terhadap kualitas air untuk mengetahui secara pasti kandungan serta penyebab perubahan warna, bau, dan munculnya busa pada sumur warga,” harap warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Mitra SPPG Rahmatan Lil Alamin, Iis Sugiarto*, memberikan klarifikasi. Ia menyebut perubahan kondisi air disebabkan adanya kebocoran pipa dari fasilitas dapur.

“Iya Mas, itu karena sudah saya kasih kompensasi Mas. Penyebab adanya kebocoran pipa Mas. Sudah kami atasi,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air sumur agar penyebab pasti pencemaran bisa diketahui secara ilmiah.

 

Reporter : Sal  / Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *