NEWSCAKRAWALA.ID Umat Muslim di seluruh dunia menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan penuh harap dan keikhlasan. Berbeda dengan perayaan yang serba mewah, pergantian tahun ini justru diisi suasana khidmat, penuh makna, dan diwarnai berbagai amal ibadah.
Momen ini dimanfaatkan untuk muhasabah atau introspeksi diri, memperbanyak doa memohon ampunan dan petunjuk Allah SWT, serta meningkatkan sedekah dan berbagi kebaikan kepada sesama, Senin 15 Juni 2026.
Bulan Muharram yang dikenal sebagai “Bulan Allah” juga memiliki keutamaan besar. Di antaranya dianjurkan melaksanakan puasa sunnah Tasu’a pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram yang dijanjikan dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
Penetapan 1 Muharram sebagai awal kalender Hijriah diputuskan pada masa Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 17 Hijriah atau 638 Masehi. Atas usulan Ali bin Abi Thalib dan para sahabat, peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah dipilih sebagai titik tolak perhitungan waktu.
Peristiwa Hijrah dianggap titik balik paling agung yang mengubah nasib umat dan sejarah peradaban dunia. Meski Hijrah secara fisik terjadi pada bulan Rabi’ul Awal, awal tahun ditetapkan 1 Muharram karena:
1. Muharram adalah bulan pertama dalam urutan bulan Arab kuno yang telah diakui kesuciannya jauh sebelum Islam datang.
2. Bulan ini menandai dimulainya lembaran baru yang suci setelah selesai musim haji, saat umat memasuki waktu baru dengan hati yang bersih.
3. Muharram disebut “Bulan Allah”, menjadikannya simbol awal yang penuh berkah dan kemuliaan.
Kalender Hijriah bukan sekadar penanda waktu, melainkan kalender peradaban dan perubahan. Kalender ini mengingatkan umat bahwa setiap pergantian tahun adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik.
Sejarah mencatat Hijrah bukan hanya perpindahan fisik dari Mekah ke Madinah. Hijrah adalah revolusi spiritual, sosial, dan politik yang mengangkat umat dari posisi tertekan menjadi bangsa yang berdaulat.
Hakikat hijrah adalah perubahan dari keadaan buruk menuju lebih baik, dari kebodohan menuju ilmu, dari ketergantungan menuju kemandirian, dan dari kelemahan menuju kekuatan yang diridhai Allah SWT.
Ada makna mendalam mengapa semangat hijrah tidak terpisah dari nilai kemandirian:
1. Sebelum hijrah, umat Islam di Mekah hidup dalam tekanan. Sesampainya di Madinah, Nabi SAW membangun fondasi masyarakat yang mandiri secara ekonomi, sosial, dan pemikiran. Hijrah mengajarkan muslim tidak boleh hidup bergantung pada belas kasihan pihak lain, tetapi mampu berdiri tegak di atas kaki sendiri.
2. Orang yang mandiri memiliki kendali penuh atas dirinya, sehingga bebas menentukan pilihan sesuai nilai kebenaran tanpa dikendalikan kepentingan menyimpang. Inilah tujuan utama hijrah: merdeka dalam beribadah dan berpikir.
3. Semangat hijrah menuntut perbaikan. Perubahan besar tidak akan terwujud jika umat pasif dan terus menunggu uluran tangan. Kemandirian memicu semangat bekerja keras, berkreasi, berinovasi, dan membangun peradaban yang bermanfaat bagi diri dan sesama.
Peringatan Tahun Baru Islam hendaknya tidak berhenti pada seremoni. Sebagaimana para sahabat mengubah Madinah menjadi pusat peradaban yang makmur dan berdaulat, maka Muharram perlu dijadikan waktu untuk:
1. Memperbaiki niat dan kualitas ibadah
2. Meninggalkan kebiasaan buruk dan mengembangkan potensi diri
3. Membangun kemandirian dalam ilmu, ekonomi, dan akhlak mulia
4. Terus berhijrah setiap hari demi masa depan yang lebih berkah
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga Allah SWT menjadikan tahun ini penuh keberkahan, kemajuan, dan menjadikan kita pribadi yang semakin mandiri, bermanfaat, serta diridhai-Nya.
“Barangsiapa yang hijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu untuk Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Penulis : Jemi


