NEWSCAKRAWALA. ID – Polres Pasaman Barat* memimpin inspeksi mendadak ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum untuk menertibkan distribusi Bahan Bakar Minyak subsidi.
Sidak yang digelar Kamis tanggal Empat Juni ini dipimpin langsung Kabag Ops Polres Pasaman Barat Kompol Farel Haris bersama Pemerintah Daerah dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Barat.
Langkah ini diambil pihak Polres Pasaman Barat sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat di media sosial. Warga resah karena BBM jenis solar langka dan antrean panjang sering terjadi di SPBU wilayah Pasaman Barat.
“Kegiatan ini bertujuan memantau langsung proses distribusi BBM di lapangan sekaligus merespons keluhan masyarakat. Kami ingin memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai aturan. Saat ini kami masih sebatas memberikan imbauan dan peringatan keras,” ujar Kompol Farel Haris yang mewakili Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto.
Polres Jadi Komando Sidak dimulai pagi hari dengan melibatkan unsur Kejaksaan Negeri, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Satpol PP, serta jajaran *Polres Pasaman Barat*. Tim checker Pertamina Wilayah Sumatera Barat juga ikut memverifikasi data distribusi.
Pejabat yang hadir mendampingi Kabag Ops di antaranya Kepala Dinas Koperindag Pasaman Barat Agusli, Kabid Koperindag Iskandar, Kepala Bidang PPUD Saparuddin, Kasubsi Penuntutan Eksekusi dan Eksaminasi Christofer Pratama, Kasat Intelkam AKP Boby Sandra, Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, Kanit Paminal Ipda Algino Ganaro, serta Chekher SBM Satu BBM Pertamina Suroto H. Prayogo.
Selain mengecek alur distribusi, tim yang dikomandoi Polres Pasaman Barat juga memeriksa kendaraan yang sedang antre. Pemeriksaan fokus pada kecocokan QR Code dengan nomor polisi kendaraan dan kondisi fisik tangki untuk mengantisipasi tangki siluman atau modifikasi.
Chekher SBM Satu BBM Pertamina Suroto H. Prayogo mengapresiasi langkah Polres Pasaman Barat,
Menurutnya Pertamina sudah membentuk satuan tugas khusus dan petugas SPBU wajib verifikasi QR Code saat transaksi.
“Kami sudah imbau SPBU agar tidak melayani kendaraan dengan QR Code ganda atau pengisian tidak wajar. Peran petugas SPBU sangat penting,” jelas Suroto.
Kepala Dinas Koperindag Agusli menyebut sidak ini atas arahan Bupati Pasaman Barat H. Yulianto. Fokus Pemda ada dua: ketersediaan pasokan dan pemerataan distribusi.
Polres Pasaman Barat menegaskan komitmennya mengawal distribusi BBM subsidi sampai ke tangan yang berhak: petani, nelayan, UMKM, dan angkutan umum. Praktik barkode ganda atau tangki modifikasi akan terus diawasi agar antrean di SPBU tidak kembali terjadi.
Reporter : Jeni












