Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri dan Forum PKBM Sunat 23 Anak Dhuafa Gratis, Wujud Kepedulian, Wujudkan Generasi Sehat 

Foto : Kepala Dinas Pendidikan Kab. Kediri Dr. Mokhamad Muhsin hadir menyapa peserta khitan massal gratis, Jumat 24 Mei 2026

NEWSCAKRAWALA.ID – Anak adalah titipan sekaligus masa depan bangsa. Memastikan mereka tumbuh sehat lahir dan batin menjadi tanggung jawab bersama. Atas dasar itulah Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berkolaborasi dengan Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menggelar kegiatan khitan massal gratis bagi anak-anak dari keluarga dhuafa, fakir, dan miskin.

Kegiatan mulia ini dilaksanakan pada Jumat, 29 Mei 2026 di salah satu PKBM binaan Dinas Pendidikan.

Sejak pagi, lokasi acara sudah dipadati peserta beserta orang tua dan wali. Suasana haru bercampur antusias mewarnai jalannya khitan massal yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan.

Tahun ini, sebanyak 23 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri berhasil mengikuti khitan massal. Para peserta merupakan anak usia sekolah dasar hingga SMP yang orang tuanya memiliki keterbatasan ekonomi sehingga belum mampu membiayai sunat secara mandiri.

Proses seleksi dan pendataan peserta dilakukan jauh hari sebelumnya. Tim dari Dinas Pendidikan bersama Forum PKBM turun langsung ke lapangan, berkoordinasi dengan kepala desa dan PKBM setempat untuk menjaring anak-anak yang paling membutuhkan.

“Alhamdulillah, target 23 anak dari berbagai kecamatan bisa kita layani semua hari ini. Mereka datang bersama orang tua, ada yang dari Pare, Ngadiluwih, Kandangan, sampai Puncu. Semua proses berjalan lancar, tidak ada kendala berarti,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd. saat ditemui di lokasi.

Keberhasilan khitan massal ini tidak lepas dari kolaborasi solid multipihak. Dr. Muhsin menegaskan, Dinas Pendidikan tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan lembaga zakat dan forum pendidikan non formal menjadi kunci.

“Kegiatan ini adalah hasil kerja bersama. Kami dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri bertindak sebagai inisiator dan koordinator. UPZ Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berperan besar dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat ASN untuk membiayai seluruh rangkaian acara, mulai dari tim medis, obat-obatan, sampai bingkisan untuk anak,” jelas Muhsin.

Sementara itu, Forum PKBM Kabupaten Kediri berperan aktif sebagai ujung tombak di lapangan. Para pengelola PKBM membantu mendata peserta, menyiapkan tempat, dan mendampingi anak-anak selama proses khitan agar tidak takut.

“PKBM selama ini dekat dengan masyarakat, terutama warga yang putus sekolah atau kurang mampu. Peran mereka sangat vital agar bantuan ini tepat sasaran. Ini bukti bahwa pendidikan nonformal juga punya kontribusi nyata untuk kesejahteraan masyarakat,” tambah Muhsin.

Tim medis yang bertugas juga merupakan tenaga profesional dan berpengalaman dalam khitan massal. Mereka menggunakan peralatan steril dan metode modern agar proses cepat, aman, dan meminimalkan rasa sakit.

Bagi Dr. Muhsin, khitan massal bukan hanya soal prosedur medis. Ada nilai pendidikan dan sosial yang ingin ditanamkan melalui kegiatan ini.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Khitan adalah bagian dari kesehatan dasar anak laki-laki. Dengan kondisi bersih dan sehat, anak-anak bisa belajar lebih nyaman dan percaya diri,” ujarnya.

Lebih jauh, ia berharap acara seperti ini menjadi sarana memperkuat nilai-nilai luhur bangsa. “Ini momentum untuk kita semua, ASN, lembaga, dan masyarakat, untuk menguatkan lagi semangat kepedulian sosial dan gotong royong. Jangan sampai ada anak yang tertinggal hanya karena masalah biaya. Negara hadir, dan kita semua harus hadir untuk mereka,” tegasnya penuh harap.

Dr. Muhsin juga mendoakan agar seluruh peserta, keluarga, dan panitia mendapat keberkahan.

“Semoga khitan massal ini membawa keberkahan, kesehatan, dan masa depan cerah bagi seluruh peserta. Terima kasih untuk UPZ, Forum PKBM, tim medis, dan semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini,” pungkasnya.

Salah satu wali peserta, Sutrisno dari Kecamatan Pare, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Saya kerja serabutan, kalau sunat ke klinik biayanya besar. Alhamdulillah ada bantuan dari Dindik dan PKBM ini. Anak saya jadi berani, pelayanannya juga bagus, gratis semua,” katanya sambil menggendong anaknya yang baru selesai disunat.

Kegiatan khitan massal ini rencananya akan menjadi program rutin tahunan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri bersama mitra. Ke depan, cakupan peserta dan wilayah diharapkan bisa terus diperluas agar lebih banyak anak dhuafa yang terbantu.

Dengan semangat “Ora Kediri Ora Penak”, Dindik Kediri membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya soal angka dan ranking, tapi juga soal kepedulian dan kemanusiaan.

 

 

Reporter : Yudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *