UMC-JULEHA-UUT Beef Bekali 155 Peserta Untuk Kurban Sesuai Syariat

Foto : Kuatkan Syariat Kurban, UMC Gandeng JULEHA dan UUT Beef Gelar Pelatihan Juru Sembelih , Minggu 17 Mei 2026.

NEWSCAKRAWALA.ID – Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar Workshop Manajemen Kurban di Kampus 2 UMC, Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber, Minggu 17 Mei 2026.

Kegiatan ini diikuti 155 peserta dari kalangan mahasiswa, panitia kurban, pengurus masjid, yayasan, hingga masyarakat umum yang aktif dalam proses penyembelihan hewan kurban.

Workshop terselenggara atas kolaborasi UMC dengan DPC Perkumpulan Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kota/Kabupaten Cirebon, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon, UUT Beef, Graha Yatim dan Dhuafa (Gray), Tirta Jati, Garuda Power Perkasa, Singkong Keju Kang Entis, serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Cirebon.

Mengusung tema “Mari Bersama Memperkuat Pengetahuan dan Pengalaman dalam Manajemen Kurban yang Baik, Transparan, dan Sesuai Nilai-Nilai Syariat”.

Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan meningkatkan pemahaman praktis dan syariat terkait pelaksanaan kurban.

Ketua DPW JULEHA Jawa Barat, Ustadz Yusuf SZ Ash Shiddiq, yang menjadi narasumber menekankan tiga aspek penting dalam manajemen kurban: pemahaman syariat penyembelihan hewan halal, teknik penyembelihan yang benar, serta kesejahteraan hewan atau animal welfare.

“Qurban adalah ibadah tahunan yang memiliki tata aturan baku. Jangan sampai kita hanya menganggapnya tradisi tanpa memahami esensinya, yaitu menghasilkan daging yang halal dan thayyib,” ujar Ustadz Yusuf.

Ia menambahkan, mengubah kebiasaan lama seperti cara merobohkan dan menyembelih hewan yang kurang tepat menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pelatihan berkala sangat dibutuhkan dengan dukungan akademisi dan sponsor.

“Pemerintah sudah memberi ruang agar pelaksanaan kurban berjalan baik dan sesuai aturan. Pelatihan seperti ini dibutuhkan masyarakat, dan kami berharap tiap tahun kualitas pelaksanaan kurban semakin meningkat,” katanya.

Dukungan juga datang dari Owner UUT Beef, H. Bastoni. Menurutnya, standardisasi halal penting karena daging menjadi bahan baku utama kuliner khas Cirebon seperti empal gentong, nasi jamblang, dan tongseng.

UUT Beef merupakan perusahaan pertama di wilayah Ciayumajakuning yang memiliki Sertifikat Halal Indonesia. Produknya kini telah menyuplai kebutuhan daging di Ciayumajakuning, Tegal, Pemalang, hingga Jakarta, termasuk untuk rumah makan, restoran, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami rutin berkolaborasi dengan Prodi Peternakan UMC dan Majelis Tarjih PDM. Masih banyak panitia kurban yang butuh edukasi, sehingga workshop ini menjadi solusi nyata,” tutur H. Bastoni.

Materi yang disampaikan mencakup seluruh proses manajemen kurban dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan hewan, proses penyembelihan, hingga penanganan pasca-sembelih. Antusiasme peserta tinggi, bahkan ada yang datang dari Kabupaten Subang.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta mendapatkan fasilitas berupa pisau pemotong hewan kurban, kaos kegiatan, Al-Qur’an, dan sertifikat resmi dari JULEHA.

Panitia berharap pelatihan ini dapat membekali peserta dengan pemahaman utuh, sehingga pelaksanaan kurban di lingkungan masing-masing dapat berjalan lebih baik, transparan, dan sesuai syariat Islam.

 

 

 

Penulis: M. Riyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *