Sampang,newscakrawala.id Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai ( KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madura melakukan sosialisasi dan edukasi penanganan barang kena cukai ilegal di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi penanganan barang kena cukai ilegal tersebut bekerjasama dengan pemerintah daerah kabupaten Sampang sekaligus menggelar pemusnahan rokok ilegal yang berlangsung pada hari Rabu (17/12).
Dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memberantas peredaran barang kena cukai ilegal, khususnya rokok tanpa pita cukai resmi di wilayah Kabupaten Sampang.
Pemusnahan barang bukti yang dimusnahkan berupa 36.000 batang rokok ilegal hasil dari penindakan pada 27 Oktober hingga 6 November 2025.
Jumlah total nilai barang bukti tersebut di taksir mencapai nilai rupiah sebesar Rp 53.714.900 dengan potensi kerugian negara sekitar Rp 32.750.000.
Disela sela kegiatan pemusnahan itu, Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfudz mewakili Bupati Sampang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi dan pemusnahan ini.
Ia menegaskan bahwa negara hadir untuk menegakkan aturan dan memastikan tidak ada ruang bagi peredaran barang kena cukai ilegal.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen semua stakeholder, khususnya pemerintah Kabupaten Sampang bersama Bea Cukai, dalam memberantas peredaran rokok ilegal sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat,” kata H. Ahmad Mahfudz.
Selain itu, peredaran rokok ilegal ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat dan berdampak luas bagi masyarakat, sebutnya.
“Rokok ilegal, baik tanpa pita cukai, menggunakan pita cukai palsu atau bekas, maupun yang tidak sesuai golongan, jelas merugikan negara dan mencederai iklim usaha yang sehat,” tegasnya.
Menurutnya, pemusnahan barang bukti tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi agar masyarakat lebih bijak sebagai konsumen dan tidak tergiur harga murah dari produk ilegal.
“Dengan pemusnahan ini, kita menunjukkan sikap tegas terhadap pelanggaran hukum sekaligus memberikan edukasi agar masyarakat tidak lagi menggunakan barang kena cukai ilegal,” ujarnya.
Dikesempatan yang sama, perwakilan Bea Cukai Madura, Andaru, mengatakan bahwa keberhasilan penindakan rokok ilegal di Kabupaten Sampang merupakan hasil sinergi lintas sektor yang terbangun dengan baik antara Bea Cukai dan Pemerintah Kabupaten Sampang.
Sementara itu, kata Andri bahwa Satpol PP memiliki peran strategis melalui program pengawasan daerah, sementara Bea Cukai mendampingi pelaksanaan operasi di lapangan.
“Ini adalah hasil sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sampang. Satpol PP memiliki program penegakan di daerah dan kami dari Bea Cukai mendampingi pelaksanaan operasi tersebut,” kata Andaru.
Dalam setiap penindakan, unsur aparat penegak hukum turut dilibatkan untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan, Ujarnya menambahkan.
Keterlibatan unsur lintas sektor sangat penting. Dalam operasi ini turut dilibatkan Satpol PP, anggota Polres, Pengadilan Negeri, serta Kejaksaan, jelasnya.
Hal senada yang disampaikan oleh Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sampang, Suaidi Asikin, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung pemberantasan peredaran rokok ilegal.
“Kami berkomitmen penuh mendukung penegakan hukum di bidang cukai. Satpol PP akan terus melakukan pengawasan dan bersinergi dengan Bea Cukai serta aparat penegak hukum lainnya,” tegas Suaidi Asikin.
Artinya, peran Satpol PP tidak hanya terbatas pada penindakan, tetapi juga mencakup edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar memahami aturan dan dampak negatif peredaran rokok ilegal, ungkapnya.
“Selain operasi penindakan, kami juga mengedepankan pendekatan edukatif agar kesadaran masyarakat meningkat dan tidak lagi terlibat dalam peredaran maupun konsumsi rokok ilegal,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sampang berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sinergi antar instansi semakin kuat, dan Kabupaten Sampang dapat menjadi wilayah yang tertib cukai, sehat secara ekonomi, serta berdaya saing, pungkasnya .
Pewarta : Sal












