Newscakrawala id || Pamekasan Lapas IIA Pamekasan Kanwil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Timur sukses memanfaatkan lahan yang berada di Branghang menjadi lahan pertanian.
Kesuksesan lahan Branghang Lapas menjadi lahan pertanian jenis sayuran kangkung berhasil untuk di panen. Tanaman sayuran jenis kangkung ini hasilnya sangat memuaskan pasalnya, sayuran kangkung yang dipanen pada hari Kamis (07/11) pagi sayuran ukuran jumbo.
Terpantau dilokasi, para pejabat struktural dan para warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Pamekasan lakukan panen kangkung jumbo sebanyak 69 kg.
Disampaikan oleh Kalapas Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Timur,Nur Bambang pada media mengatakan,” Hari ibu pihaknya melakukan panen kangkung, dan hasilnya adalah sebagai bukti nyata bahwasanya Lapas Kelas IIA Pamekasan telah mendukung penuh 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan”.
“Lapas Kelas IIA Pamekasan sukses dan berhasil mengikuti program ketahanan pangan, hal ini terbukti nyata pada hari Kamis (07/11) berhasil memanen sayuran jenis kangkung jumbo sebanyak 60 kg dan hasilnya dibagikan kepada para keluarga pengunjung,” ujarnya Bambang.
Lebih lanjut,Nur Bambang menambahkan, kalau Lapas Pamekasan berkomitmen penuh mendukung program ketahanan pangan yang menjadi arahan penting dari Menteri Imipas untuk diakselerasi. Panen ini juga wujud keberhasilan dari program pembinaan kemandirian yang kita selenggarakan bagi Warga Binaan, sebutnya.
“Harapan kami dengan keberhasilan panen kangkung ini dapat menjadi motivasi bagi warga binaan agar terus berupaya memperbaiki diri dengan kegiatan positif dan produktif. Kedepannya warga binaan semakin semangat menghasilkan produk pertanian guna meningkatkan ketahanan pangan. Dengan keterampilan bercocok tanam pun begitu penting sebagai bekal memulai usaha mandiri setelah selesai masa pidana,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Taufikurrahman menyampaikan, sayuran jenis kangkung merupakan sayuran yang cepat panen dan cara tanam kangkung terbilang tidak terlalu sulit, bahkan dapat dilakukan dengan mudah oleh pemula sekalipun. Kangkung memiliki daya adaptasi yang tinggi, sehingga dapat dibudidayakan dimanapun dengan media tanam apapun.
“Dari awal tanam bibit hingga panen, memerlukan waktu sekitar 35-40 hari. Ada dua cara dalam panen kangkung, yang pertama langsung dicabut dari akarnya dan yang kedua dipotong pada pangkal batangnya. Cara yang kedua inilah, kangkung akan terus tumbuh dan dapat dipanen berkali-kali. Kami memilih cara yang pertama, agar warga binaan yang lain bisa belajar dan merasakan prosesnya,” jelas Taufik.
“Kangkung yang dipanen ini kita bagikan kepada para pengunjung hari ini. Agar para pengunjung dapat merasakan hasil panen dari keluarga ataupun kerabat yang sedang menjalani pembinaan di lapas pamekasan dan ini juga bentuk apresiasi terhadap keuletan, kerja keras, dan produktifitas mereka,” tambah Taufik.

Ditempat terpisah, salah satu warga binaan inisial A menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan panen kangkung Pasalnya sayuran kangkung ini kami rawat setiap hari, dengan hasil panen yang membanggakan ini turut senang melihat kualitas kangkungnya bagus dan besar.
” Saya sebagai warga binaan merasa senang dapat membagikan kepada keluarga dan kerabat yang sedang berkunjung. Dengan ini saya juga mengucapkan terimakasih kepada para petugas yang selalu mendampingi kami di setiap tumbuh kembang kangkung. Semoga ilmu bercocok tanam ini bermanfaat bagi kami setelah bebas nanti,” ungkapnya. (an/sal)












