Bontang – “Hari ini, anak-anak kita adalah generasi emas Bontang yang akan membawa nama baik di tingkat provinsi.” Kalimat penuh semangat itu terucap langsung dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menghadiri seremoni pembukaan POPDA XVII Kalimantan Timur 2025 — bak sebuah sorakan penyemangat sebelum perang olahraga digelar. Kehadiran Pemerintah Kota Bontang di tengah acara bak hujan penyemangat yang membasahi semangat para atlet pelajar.
Upacara pembukaan POPDA XVII digelar pada Kamis (21/11/2025) di Halaman Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU), dan secara resmi dibuka oleh Bupati PPU, Mudyat Noor. Turut mendampingi Wali Kota, hadir pula Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, sebagai representasi komitmen legislatif dalam mendukung dunia olahraga pelajar. Tema POPDA tahun ini — “Kolaborasi Prestasi Olahraga Mewujudkan Generasi Emas” — seakan menjadi janji bersama antar daerah: bukan sekadar bersaing, tetapi membangun fondasi masa depan atlet muda.
Kehadiran pimpinan daerah bukan hanya seremonial. Dengan membawa kontingen berjumlah 274 orang — terdiri dari 208 atlet pelajar terbaik dan 46 pelatih — Pemerintah Kota Bontang menunjukkan dukungan total bagi pengembangan potensi olahraga pelajar. Atlet dan pelatih ini akan bersaing di 16 cabang olahraga, dengan total perebutan 253 medali. Angka ini menggambarkan ambisi besar Bontang: tidak sekadar partisipasi, tetapi mengejar prestasi konkret.
“Jaga sportivitas, berjuang maksimal, dan jadikan ajang ini sebagai sarana untuk mengukir prestasi,” ujarnya, menegaskan harapannya agar seluruh kontingen tampil penuh semangat dan tanggung jawab. Kata-kata itu memantul di udara PPU, seolah membakar tekad para pelajar yang sebentar lagi akan bersaing.
Semangat seperti ini bukan tanpa alasan. Sejak lama Bontang merasa penting membina atlet muda, karena olahraga pelajar dianggap sebagai ladang bakat yang perlu dijaga dan dikembangkan secara serius. Dengan dukungan penuh dari eksekutif dan legislatif, para atlet mendapatkan perhatian yang dibutuhkan — mulai dari persiapan fisik, pendanaan, hingga semangat moral. Keterlibatan langsung pejabat daerah sekaligus menunjukkan bahwa prestasi olahraga lokal bukan hanya urusan sekolah atau komunitas, tetapi tanggung jawab bersama.
Harapan besar tak hanya untuk meraih medali. POPDA XVII diharapkan menjadi ajang penjaringan bakat terbaik yang bisa dipoles lebih lanjut — menjadi wakil Bontang, bahkan Provinsi Kaltim, di kompetisi tingkat nasional. Jika bibit-bibit olahraga ini dirawat dengan baik, Bontang bisa menjelma sebagai lumbung atlet muda handal.
Semangat yang membara di hari pembukaan diharapkan terus terjaga hingga hari terakhir. Bagi para atlet pelajar Bontang, ini lebih dari sekadar pertandingan — ini adalah panggung awal untuk menorehkan nama mereka, kampung halaman mereka, di peta prestasi provinsi. (ADV).












