MTQH ke-18 Resmi Dibuka, Bontang Gaungkan Semangat Qur’ani

Suasana pembukaan MTQH ke-18 Kota Bontang tahun 2025
Suasana pembukaan MTQH ke-18 Kota Bontang tahun 2025

Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni secara simbolis membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-18 Tingkat Kota Bontang di Arena MTQ Stadion Bessai Berinta, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, pada Jumat malam (24/10/2025). Seremoni pembukaan berlangsung meriah namun tetap khidmat, diwarnai defile 427 peserta dari tiga kecamatan.

Acara ini menghadirkan kafilah dari Bontang Utara (182 peserta), Bontang Selatan (200 peserta), dan Bontang Barat (157 peserta). MTQH akan digelar selama tujuh hari, dari 23 hingga 29 Oktober 2025, melombakan berbagai cabang seperti Tilawah, Tahfiz, Tafsir, Syarhil, Fahmil, Kaligrafi, KTIQH, dan Qasidah Rebana.

Hadir mendampingi Wali Kota, Wakil Wali Kota Agus Haris, Ketua TP PKK Nur Kalbi Agus Haris, Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, Wakil Ketua DPRD Maming, Sekda sekaligus Ketua LPTQ Aji Erlynawati, serta jajaran Forkopimda, OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan berbagai lembaga.

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa MTQH bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi wadah membentuk masyarakat Qur’ani yang berakhlak mulia. Ia menyerukan Gerakan GESIT (Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku) sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, menegaskan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman.

“Mari kelola sampah masing-masing, jangan biarkan beban kebersihan hanya dipikul petugas,” tegas Neni di hadapan para hadirin.

Ia juga menyoroti ancaman moral di tengah kemajuan teknologi, seperti pornografi dan pergaulan bebas, serta menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membentengi anak-anak dengan nilai-nilai Qur’ani.

“Benteng terkuat bagi anak-anak kita adalah iman dan nilai-nilai Al-Qur’an,” tambahnya.

Meski berada dalam kondisi penurunan pendapatan daerah, Pemkot Bontang tetap menjamin keberlangsungan insentif senilai Rp2 juta bagi guru ngaji, imam masjid, ustaz dan ustazah. Selain itu, bonus bagi pemenang MTQH tahun ini disebut akan ditingkatkan sebagai bentuk apresiasi.

Wali Kota juga menegaskan bahwa kegiatan ini mendukung visi “Bontang sebagai Kota Tahfiz” dan sejalan dengan pelaksanaan 120 program RPJMD, termasuk di dalamnya program pendidikan unggulan seperti bantuan perlengkapan sekolah gratis dan beasiswa UKT bagi mahasiswa ber-IPK minimal 3,2.

“Kami ingin MTQH menjadi jalan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berakhlak mulia,” tuturnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum mempersiapkan kafilah terbaik Kota Bontang untuk berlaga di ajang tingkat provinsi dan nasional. Neni bahkan menyebut prestasi sebelumnya, di mana peserta asal Bontang meraih juara 3 STQ Nasional di Kendari sebagai bukti keseriusan pembinaan.

Menutup sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada panitia, Dewan Hakim, sponsor, dan seluruh pihak yang berkontribusi atas suksesnya penyelenggaraan MTQH.

“Semoga MTQH ini membawa keberkahan dan memperkuat Bontang sebagai kota religius, bersih, dan diberkahi Allah SWT,” tutupnya. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *