Massa Aksi “Berau Menggugat” Paksa DPRD Turun Dengarkan Aspirasi

BERAU – Aksi demonstrasi bertajuk Berau Menggugat berhasil memaksa para anggota DPRD Kabupaten Berau keluar dari gedung dewan untuk duduk bersama massa aksi dan mendengarkan langsung aspirasi mereka, Senin (1/9/25).

Dalam pertemuan itu hadir Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, bersama sejumlah legislator lain seperti Sumadi, Subroto, Agus Uriansyah, Abdul Waris, Kumala Sari, hingga Elita.

Edward, salah satu perwakilan massa aksi, menegaskan pentingnya wakil rakyat membuka telinga dan hati terhadap suara masyarakat.

“Catat aspirasi ini, berikan kesempatan bagi kami menyampaikan keresahan. Sudah terlalu banyak persoalan bangsa yang menunggu keberanian para pemangku kebijakan untuk bertindak,” tegasnya.

Rentetan Tuntutan

Dalam dialog terbuka tersebut, massa menyampaikan sederet tuntutan, mulai dari persoalan ekonomi, konflik sosial, hingga penguatan Perda tenaga kerja lokal yang dinilai masih mandek pelaksanaannya.

Beberapa tuntutan utama antara lain:

Menolak RKUHP.

Menghentikan sikap represif aparat.

Mendesak Presiden Prabowo Subianto merevitalisasi Polri serta mencopot Kapolri.

Menolak segala bentuk pembungkaman pers.

Meningkatkan kesejahteraan guru.

Menolak komersialisasi pendidikan.

Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.

Menegakkan supremasi sipil.

Mengembalikan TNI ke barak.

“Perda tenaga kerja lokal jangan hanya jadi aturan tanpa manfaat,” seru Edward menutup penyampaian tuntutannya.

Respon DPRD

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengaku pihaknya menerima seluruh aspirasi yang disampaikan dan berkomitmen membahasnya bersama jajaran eksekutif.

“Kami terima aspirasinya dan akan kami tindak lanjuti melalui rapat dewan,” ujarnya.

Hingga pukul 13.45 WITA, massa aksi mulai membubarkan diri dengan tertib. Uniknya, para demonstran juga terlihat bergotong royong membersihkan sisa sampah di sekitar lokasi aksi sebelum meninggalkan area gedung dewan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *