Pamekasan, newscrakawala. id Madas Pamekasan menilai manajemen Kusuma Hospital minim empati dan tidak menunjukkan etika baik sejak peristiwa kematian seorang ibu muda asal Desa Candi Burung, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.
Sekjend Madas Pamekasan,Edy mendatangi Dinas Kesehatan Pamekasan sebagai perwakilan keluarga korban, Jumat (07/11/2025).
Kepada Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Edy mengaku sangat kecewa terhadap sikap rumah sakit’ yang berlokasi di jalan Bonorogo, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu itu .
Ia menegaskan, dari rumah sakit Kusuma Hospital tersebut utamanya dari pihak manajemen hingga saat ini tidak ada komunikasi ataupun berkunjung kepada keluarga korban tidak pernah mereka lakukan.
” Kami sungguh sangat kecewa dengan sikap rumah sakit Kusuma Hospital tersebut yang tidak menunjukkan rasa empati nya bahkan tidak melakukan komunikasi ataupun berkunjung ke keluarga korban,” tandasnya penuh kecewa
Kedatangan Madas Pamekasan melakukan audiensi ke Dinas Kesehatan Pamekasan sekaligus mendesak Dinas Kesehatan yang dikepalai dr. Syaifuddin agar memberikan sanksi tegas kepada rumah sakit Kusuma Hospital.
” Kasus ini bukan hanya tentang kematian ibu muda asal Desa Candi Burung melainkan banyak kasus lain yang laporan nya kami terima terkait pelayanan kesehatan yang begitu buruk di rumah sakit Kusuma Hospital tersebut ” tegas Edy pada Kepala Dinas Kesehatan.
Bahkan ada kasus lain yang menimpa pasien Kusuma Hospital, seperti jari jari balita yang kena gunting ada banyak lagi laporan yang kami terima
Edy juga menyampaikan kasus kasus yang ada di rumah sakit Kusuma Hospital benar benar harus diberi sanksi agar tidak berlarut-larut,”tegasnya.
Ditempat yang sama, dr. Syaifuddin menyampaikan bahwa tindakan medis Kusuma Hospital dinilai sudah sesuai SOP. Akan tetapi, ia menjelaskan plasenta akreta hanya bisa terdeteksi setelah perut di bedah dan tidak dapat ditemukan melalui USG
Dr.Saifuddin menekankan pentingnya komunikasi yang harmonis dari setiap fasilitas kesehatan,baik swasta maupun milik pemerintah. Baik itu dari komunikasi dalam bentuk simpati atau apapun,ada RS yang komunikasinya bagus setiap hari Jumat ada kegiatan Jumat berkah, ada juga yang merayakan maulid nabi ketika bulan maulid padahal pimpinannya itu non muslim,harapan saya bisa seperti itu .
Harapan Madas Pmekasan kepada pihak Dinkes agar memberikan sanksi tegas kepada rumah sakit Kusuma Hospital dan memastikan kasus yang serupa ini tidak akan terulang kembali
“Kusuma Hospital harus memperbaiki komunikasinya dengan pasien dan keluarga, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” imbuhnya
Reporter : Handa












