Kecaman Warga Krampon, Proyek Saluran di Tokotoh Dituding Asal-Asalan, Jalan Poros Rusak Tak Terperbaiki

Sampang,newscakrawala.id – Proyek Saluran dan Penggalian di lokasi Dusun Tokotoh, Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura menuai sorotan tajam dari warga setempat.

Pasalnya proyek yang diduga pengerjaan nya dikerjakan asal-asalan bahkan ini tidak dilengkapi dengan papan nama proyek, sehingga menimbulkan kecurigaan tentang transparansi dan kualitas pekerjaan, Rabu (16/11/2025)..

Hal tersebut menjadi kecaman bagi warga Krampon, sebab proyek ini dianggap tidak menjawab permasalahan utama yang dihadapi masyarakat, yaitu akses jalan yang layak. Jalan poros di desa tersebut sudah hampir sepuluh tahun tidak mendapatkan perbaikan, sehingga kondisinya sangat memprihatinkan.

“Prioritas utama yang dibutuhkan masyarakat bukanlah Saluran, melainkan perbaikan jalan poros yang kondisinya memprihatinkan,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Ketiadaan papan nama proyek juga menjadi sorotan, dan ini sudah melanggar prinsip transparansi dalam pelaksanaan proyek pemerintah. Masyarakat berhak untuk mengetahui informasi detail mengenai pekerjaan proyek yang sedang dikerjakan, termasuk anggaran, kontraktor, dan spesifikasi teknisnya,katanya.

Terpantau oleh Mistuki salah satu tim dari Warta Suta Indonesia turun langsung ke lapangan untuk menginvestigasi proyek tersebut. Namun, upaya ini terhambat lantaran PJ Kades Krampon, Sudarsono, tidak menjawab panggilan telepon selulernya.

Warga Krampon berharap agar pihak terkait segera melakukan investigasi terhadap proyek saluran ini dan mengambil tindakan tegas jika terbukti ada penyimpangan.

 “Selain itu, kami sebagai masyarakat meminta kepada pemerintah daerah untuk lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan.

Kata Mistuki, keluhan warga ini mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan real di lapangan masyarakat dengan proyek yang dijalankan. Karena proyek saluran yang seharusnya memberikan manfaat, justru menjadi sumber kekecewaan, sebab dianggap tidak menjawab permasalahan utama yang dihadapi warga, yaitu akses jalan yang layak.

 ” Harapan kami, kepada pihak pemerintah daerah dapat melakukan pengecekan pekerjaan proyek saluran ini, karena pekerjaan proyek saluran yang seharusnya memberikan manfaat kini menjadi sumber kekecewaan bagi masyarakat dan sangat disayangkan, Sudarsono sebagai PJ. Kades Krampon alergi terhadap awak media saat dihubungi melalui telepon selulernya,” pungkasnya Mistuki.

 

Reporter : Sal/Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *